Pengurangan Personel AS di NATO Picu Kekhawatiran Eropa soal Masa Depan Aliansi
Langkah tersebut terjadi di saat NATO menghadapi salah satu fase diplomatik paling rumit dalam 77 tahun sejarahnya. Presiden Trump kembali menuai sorotan setelah mengunggah ulang pernyataan di media sosial yang menyebut NATO sebagai “ancaman” bagi Amerika Serikat, sekaligus meremehkan ancaman dari Rusia dan China.
Sebelumnya, Trump juga kembali menghidupkan wacana pengambilalihan Greenland—wilayah otonom Denmark—yang memicu kemarahan di Eropa. Bahkan, ia mengancam akan mengenakan tarif terhadap beberapa negara NATO mulai 1 Februari karena mendukung kedaulatan Denmark atas wilayah tersebut.
Gedung Putih dan Pentagon hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana pengurangan personel tersebut. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!