Pengkaji Politik Indonesia dan Aktivis 1998, Airlangga Pribadi Kusman Meninggal Dunia
Dosen Ilmu Politik UNAIR yang dikenal sebagai pengkaji politik Indonesia sekaligus salah satu aktivis 1998, Airlangga Pribadi Kusman./visi.news/ist.
Pemikirannya antara lain dituangkan dalam buku The Vortex of Power: Intellectuals and Politics in Indonesia’s Post-Authoritarian Era, yang diterbitkan Palgrave Macmillan pada 2019.
Tiga tahun kemudian, Airlangga menerbitkan Merahnya Ajaran Bung Karno: Narasi Pembebasan ala Indonesia melalui GDN pada 2022. Buku tersebut memperlihatkan perhatiannya terhadap pemikiran Soekarno dan gagasan pembebasan dalam konteks Indonesia.
Menjelang kepergiannya, Airlangga masih aktif menghasilkan karya. Buku terbarunya, Marhenisme Dalil Baru Untuk Gen Z, sedianya dibahas dalam diskusi dan seminar di Jakarta pada Kamis (10/9/2026).
Karya tersebut menjadi bagian dari upayanya membawa kembali gagasan marhaenisme ke dalam percakapan generasi yang lebih muda.
Pernah Terlibat dalam Seleksi KPU-Bawaslu
Kiprah Airlangga tidak hanya berlangsung di lingkungan perguruan tinggi. Ia pernah dipercaya menjadi anggota Tim Seleksi KPU-Bawaslu RI yang terlibat dalam proses seleksi calon penyelenggara pemilu.
Ia juga pernah menjadi staf ahli di Kementerian Desa dan Transmigrasi. Pengalaman tersebut melengkapi perjalanan Airlangga sebagai akademisi yang turut terlibat dalam berbagai persoalan kelembagaan dan kebijakan publik.
Sebagai dosen Ilmu Politik UNAIR, Airlangga dikenal aktif meneliti dan menulis mengenai perkembangan politik Indonesia, terutama dinamika politik setelah berakhirnya rezim Orde Baru.
Jejak intelektualnya terekam melalui sejumlah karya yang membahas relasi antara intelektual, kekuasaan, ideologi, dan perubahan politik Indonesia. Ia juga tetap membawa semangat generasi 1998 dalam aktivitas akademik dan intelektualnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!