Pengembangan SPAM Wilayah Timur Kabupaten Bandung, Ini Penjelasan Perumda Tirta Raharja

Desi Rossilawati
Selasa, 12 Agustus 2025 | 21:23 WIB
Bagikan
Pengembangan SPAM Wilayah Timur Kabupaten Bandung, Ini Penjelasan Perumda Tirta Raharja
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Perumda Air Minum Tirta Raharja bersama Pemerintah Kabupaten Bandung terus berkomitmen memperluas akses terhadap air minum yang aman bagi masyarakat melalui Proyek Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wilayah Timur. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, dan pelestarian sumber daya air. Saat ini, Perumda Tirta Raharja telah melayani 119.208 sambungan pelanggan. Sekretaris Perumda Tirta Raharja, Toni S. Rezanaser, menjelaskan bahwa cakupan layanan di wilayah timur baru mencapai 8,18% atau sekitar 125 ribu jiwa dari total penduduk sekitar 1 juta jiwa. "Pengembangan SPAM Wilayah Timur ini akan menjangkau delapan kecamatan, yaitu Ciparay, Majalaya, Solokan Jeruk, Rancaekek, Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Cikancung. Targetnya adalah penambahan sekitar 45.000 sambungan pelanggan secara bertahap hingga tahun 2029,” ujarnya, Selasa (12/8/2025). Proyek ini dijalankan dengan skema kerja sama business to business (B to B) antara Perumda Tirta Raharja dan PT Air Bandung Timur sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP). Menurut Toni, model ini merupakan yang pertama di Indonesia, dengan dukungan pendampingan dan pengawasan dari berbagai pihak. Berdasarkan kajian teknis, sumber air baku berasal dari Intake Cibangoak pada elevasi +981 meter. Debit rata-rata maksimum pada bulan Februari mencapai 5,25 m³/detik, sedangkan debit terkecil tercatat 1,31 m³/detik pada bulan Juli. "Analisis menunjukkan Sungai Citarum di wilayah hulu memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan secara legal tanpa mengganggu ekosistem maupun sektor lain," ucapnya. Perumda Tirta Raharja telah memperoleh izin resmi dari Kementerian PUPR dan memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta Persetujuan Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup. Sosialisasi proyek telah dilakukan kepada berbagai pihak, termasuk petani, tokoh masyarakat, aparat kecamatan, TNI, Polri, dan organisasi desa. Selain itu, upaya konservasi dilakukan melalui penanaman pohon sepanjang tahun 2025 bersama penggiat lingkungan dan instansi terkait. Manfaat yang diharapkan dari proyek ini meliputi: * Akses air minum yang aman dan terjangkau bagi puluhan ribu keluarga. * Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit akibat air tercemar. * Pencegahan stunting melalui ketersediaan air yang menunjang asupan gizi anak. * Penguatan ketahanan lingkungan melalui konservasi berkelanjutan. Dengan adanya proyek ini, Pemerintah Kabupaten Bandung dan Perumda Tirta Raharja optimistis kualitas hidup masyarakat akan meningkat seiring dengan perluasan layanan air minum yang aman dan berkelanjutan. @gvr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.