Penembak Gala Gedung Putih Ternyata Seorang Guru
**Caption foto:** Sosok terduga pelaku penembakan di acara jamuan Gedung Putih, Cole Tomas Allen, dalam foto yang diunggah Presiden Donald Trump di media sosial usai insiden yang mengguncang Washington. /Truth Social/Donald J. Trump
VISI.NEWS | WASHINGTON - Insiden penembakan yang mengguncang jamuan tahunan White House Correspondents’ Dinner di Washington Hilton membuka fakta mengejutkan. Sosok tersangka yang ditangkap aparat diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, pria 31 tahun asal Torrance, California, yang justru memiliki latar belakang akademik mentereng sebagai lulusan California Institute of Technology, pengajar paruh waktu, dan pengembang gim independen.
Fakta ini langsung memicu perhatian besar karena profil Allen jauh dari stereotip pelaku kekerasan bersenjata. Berdasarkan informasi penegak hukum dan jejak digital yang beredar, Allen disebut meraih gelar sarjana teknik mesin dari Caltech pada 2017, lalu menyelesaikan magister ilmu komputer di California State University Dominguez Hills pada 2025. Bahkan, ia diketahui pernah dinobatkan sebagai “Teacher of the Month” oleh C2 Education pada akhir 2024.
Di profil profesionalnya, Allen menggambarkan dirinya sebagai “engineer by degree, game developer by experience, teacher by birth.” Kalimat itu kini menjadi ironi setelah namanya justru dikaitkan dengan salah satu insiden keamanan paling mengejutkan di Washington tahun ini.
Polisi Washington menyebut penyelidikan awal mengarah bahwa Allen merupakan tamu hotel tempat acara berlangsung, bukan penyusup dari luar. Fakta ini memunculkan pertanyaan serius soal lapisan keamanan di acara yang dihadiri Presiden Donald Trump, pejabat tinggi, diplomat, dan elite media tersebut. Motif penembakan hingga kini disebut belum dipastikan, namun investigasi federal terus berkembang.
Insiden itu memicu kepanikan di ballroom saat suara tembakan terdengar dekat titik pemeriksaan keamanan. Secret Service langsung mengevakuasi Trump dan pejabat tinggi lain, sementara satu agen dilaporkan terkena tembakan di rompi antipeluru dan selamat. Acara yang semula menjadi simbol pertemuan politik dan pers itu mendadak berubah menjadi lokasi krisis.
Yang membuat kasus ini kian menyita perhatian adalah kontras tajam antara profil tersangka dan dugaan aksi yang dilakukannya. Allen tercatat pernah bekerja sebagai insinyur mekanik di perusahaan kontrol industri sebelum menjadi pengajar dan pengembang gim. Tidak ada profil publik yang sebelumnya menunjukkan keterkaitannya dengan kekerasan atau ekstremisme, membuat banyak pihak bertanya apa yang mendorong insiden ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!