Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026

Peneliti Temukan Potensi Bahaya Konsumsi Ayam Berlebihan, Ini Kata Para Ahli

Desi Rossilawati
Minggu, 25 Mei 2025 | 01:00 WIB
Bagikan
Peneliti Temukan Potensi Bahaya Konsumsi Ayam Berlebihan, Ini Kata Para Ahli
VISI.NEWS | BANDUNG - Penelitian terbaru dari Italia mengungkap bahwa konsumsi daging ayam secara berlebihan berpotensi meningkatkan risiko kanker saluran pencernaan dan bahkan kematian. Studi yang diterbitkan di jurnal Nutrients ini menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih dari 300 gram ayam per minggu, atau sekitar empat porsi, dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker gastrointestinal hingga 27 persen. Tak hanya itu, risiko terkena kanker saluran cerna secara umum juga meningkat sebesar 2,3 persen, dengan angka lebih tinggi ditemukan pada pria (2,6 persen). Hasil ini sontak memicu perdebatan, sebab bertentangan dengan banyak pedoman diet sehat populer, termasuk diet Mediterania, yang selama ini menganggap daging unggas sebagai pilihan yang lebih aman dibanding daging merah. Namun para ahli mengingatkan agar hasil penelitian ini tidak langsung disimpulkan sebagai sebab-akibat. "Temuannya menarik, tetapi karena ini adalah studi observasional, studi ini tidak membuktikan hubungan sebab akibat. Bukti yang lebih luas masih mendukung konsumsi unggas dalam jumlah sedang sebagai bagian dari diet seimbang," kata Dr. Wael Harb, onkolog dari MemorialCare Cancer Institute, kepada Medical News Today. Menurut Harb dan pakar nutrisi lainnya, risiko yang muncul kemungkinan besar lebih dipengaruhi oleh cara memasak dan pola makan secara keseluruhan. Ayam yang digoreng atau dibakar pada suhu tinggi diketahui bisa menghasilkan senyawa berbahaya seperti HCA dan PAH, yang sebelumnya dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Kristin Kirkpatrick, ahli gizi dari Cleveland Clinic, menambahkan bahwa olahan seperti nugget ayam beku atau ayam goreng tepung termasuk dalam kategori makanan ultra-proses, yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi dibanding ayam segar yang dipanggang. Meski begitu, studi ini gagal membedakan jenis daging ayam yang dikonsumsi oleh para peserta, apakah berupa olahan atau daging segar. Ini menjadi salah satu keterbatasan utama yang membuat hasilnya harus ditafsirkan dengan hati-hati. "Studi ini tidak dapat mengidentifikasi jenis unggas tertentu (misalnya, apakah protein yang dikonsumsi adalah daging olahan atau dada ayam panggang). Pengolahan daging secara umum dapat mengubah risiko kesehatannya. Kita memerlukan lebih banyak penelitian yang menilai berbagai jenis unggas dan berbagai jenis daging merah untuk benar-benar menilai perbedaan signifikan antara keduanya," kata Kirkpatrick. Ia tetap merekomendasikan ayam sebagai sumber protein sehat dalam jumlah moderat, terutama jika dikombinasikan dengan pola makan tinggi sayur, buah, biji-bijian, dan lemak sehat. Sebagai patokan, konsumsi daging unggas idealnya tidak lebih dari 300 gram per minggu. Namun bagi mereka yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga atau sedang menjalani diet pencegahan, disarankan membatasi hingga 200 gram saja dan lebih banyak memilih protein dari ikan, kacang, atau sumber nabati lainnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.