Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026

Peneliti Mengingatkan tentang Nyamuk Superkebal Insektisida di Asia

ED
Kamis, 12 Januari 2023 | 15:12 WIB
Bagikan
Peneliti Mengingatkan tentang Nyamuk Superkebal Insektisida di Asia

VISI.NEWS - JEPANG - Nyamuk bertanggung jawab atas penyebaran banyak penyakit terutama demam berdarah dan virus lainnya. Mengingat perkembangan berbahaya dari serangga ini saat mereka tumbuh kebal terhadap insektisida di beberapa bagian Asia, cara baru untuk mengendalikannya sangat dibutuhkan, penelitian baru memperingatkan.

Otoritas kesehatan biasanya mengaburkan daerah yang dipenuhi nyamuk dengan awan insektisida, dan resistensi telah lama menjadi perhatian, tetapi skala masalahnya tidak dipahami dengan baik.

Ilmuwan Jepang Shinji Kasai dan timnya meneliti nyamuk dari beberapa negara di Asia dan Ghana. Mereka menemukan serangkaian mutasi yang membuat beberapa orang hampir kebal terhadap bahan kimia populer berbasis piretroid seperti permetrin.

"Di Kamboja, lebih dari 90% nyamuk Aedes aegypti memiliki kombinasi mutasi yang menghasilkan tingkat resistensi yang sangat tinggi," kata Kasai kepada Agence France-Presse (AFP).

Dia menemukan beberapa strain nyamuk memiliki resistensi 1.000 kali lipat, dibandingkan dengan 100 kali lipat yang terlihat sebelumnya.

Itu berarti tingkat insektisida yang biasanya membunuh hampir 100% nyamuk dalam sampel hanya membunuh sekitar 7% serangga.

Bahkan dosis yang 10 kali lebih kuat hanya membunuh 30% nyamuk super resisten.

"Tingkat resistensi yang kami temukan pada nyamuk di Kamboja dan Vietnam sama sekali berbeda," kata Kasai, direktur Departemen Entomologi Medis di Institut Penyakit Menular Nasional Jepang.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.