Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Persija Gagal Manfaatkan Peluang, Persib Nyaris Nambah Gol ke-3 4 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Persija Gagal Manfaatkan Peluang, Persib Nyaris Nambah Gol ke-3 4 Aug 2026

Pendeta di Portugal Lecehkan Hampir 5.000 Anak Selama 70 tahun

ED
Rabu, 15 Februari 2023 | 09:41 WIB
Bagikan
Pendeta di Portugal Lecehkan Hampir 5.000 Anak Selama 70 tahun

VISI.NEWS | PORTUGAL - Anggota Gereja Katolik Portugis telah melecehkan hampir 5.000 anak selama tujuh dekade terakhir, sebuah laporan oleh komisi yang menyelidiki masalah tersebut mengatakan Senin (13/2).

Laporan tersebut menambahkan bahwa temuan tersebut merupakan puncak gunung es karena mengidentifikasi setidaknya 4.815 korban pelecehan seks anak oleh anggota Gereja Katolik Portugis – kebanyakan para pendeta.

"(Kami ingin) memberikan penghormatan yang tulus kepada mereka yang menjadi korban pelecehan selama masa kanak-kanak mereka dan berani memberikan suara untuk diam," kata psikiater anak Pedro Strecht,yang mengepalai komisi tersebut. "Mereka lebih dari sekadar statistik."

Strecht mengatakan 4.815 kasus itu adalah jumlah "minimum absolut" korban pelecehan seksual oleh anggota klerus di Portugal sejak 1950.

Sebagian besar pelaku (77%) adalah pendeta dan sebagian besar korban adalah laki-laki, kata Strecht, menambahkan bahwa mereka dilecehkan di sekolah Katolik, gereja, rumah pendeta, dan pengakuan dosa, di antara lokasi lainnya.

Mayoritas pelecehan seksual terjadi saat anak-anak berusia 10-14 tahun, dengan korban termuda berusia 2 tahun.

Jose Ornelas, ketua Konferensi Waligereja, menghadiri presentasi laporan akhir dan akan menanggapinya pada hari Senin. Gereja sebelumnya mengatakan siap untuk "mengambil tindakan yang tepat."

Gereja Katolik Portugis tahun lalu diguncang oleh kasus dugaan pelecehan seksual yang ditutup-tutupi, termasuk oleh para uskup yang tetap aktif dalam peran gereja. Komisi mengatakan sedang mempersiapkan daftar imam yang dituduh masih bekerja.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.