Pendaftar Program Bela Negara di Kostrad Cilodong Membeludak
VISI.NEWS | DEPOK – Antusiasme remaja Kota Depok terhadap program Pembinaan Karakter dan Bela Negara yang digelar di Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, melonjak drastis. Pendaftaran yang dibuka sejak 19 hingga 27 Mei 2025 ini mencatatkan jumlah peserta yang jauh melampaui kuota awal yang ditetapkan.
Wali Kota Depok, Supian Suri, mengungkapkan bahwa pihaknya semula hanya menargetkan 50 peserta dalam program ini. Namun, hingga akhir masa pendaftaran, jumlah remaja yang mendaftar telah mencapai 378 orang. "Kemudian, dari kuota (penerimaan) yang kami awalnya hanya 50 orang, ternyata yang daftar sekarang sudah 378 orang," ujarnya saat ditemui di Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad.
Program ini dirancang untuk membentuk karakter dan semangat bela negara pada remaja. Supian menegaskan bahwa semua pendaftar akan melalui tahapan seleksi sebelum diterima mengikuti program. "Tidak harus anak-anak yang bermasalah, yang penting ada kemauan dari anak dan restu dari orang tua," tambahnya.
Dalam menanggapi membludaknya pendaftar, Pemkot Depok memutuskan untuk menambah kuota menjadi 100 peserta untuk gelombang pertama. Komposisi peserta terdiri dari 75 laki-laki dan 25 perempuan. "Insyaallah, kami akan menerima 100 orang. Ini sudah menjadi keputusan kami setelah melihat antusiasme luar biasa," ujar Supian.
Meski demikian, masih ada ratusan pendaftar yang belum bisa diakomodasi. Supian menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap program ini terlebih dahulu. "Kami akan evaluasi apakah program ini bisa diperluas di masa depan agar bisa menampung pendaftar yang belum diterima," ucapnya.
Evaluasi akan melibatkan banyak aspek, termasuk efektivitas kegiatan dan kesiapan fasilitas. Supian mengakui bahwa lokasi pelatihan sangat menentukan apakah program bisa digelar kembali dengan jumlah peserta yang lebih banyak.
Ia pun membuka kemungkinan program ini menjadi agenda tahunan jika hasilnya positif dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. "Kalau memang bagus hasilnya dan ada anggaran perubahan, kami akan coba adakan lagi," jelasnya.
Program ini bukan hanya ditujukan untuk remaja bermasalah, tapi juga sebagai wadah pembinaan bagi remaja yang ingin memiliki disiplin dan jiwa nasionalisme yang kuat. “Kita ingin membentuk karakter remaja yang tangguh, mandiri, dan cinta tanah air,” ujar Supian.
Dengan membludaknya pendaftar, program ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap kegiatan bela negara cukup tinggi. Pemerintah Kota Depok berharap semangat ini bisa terus terjaga dan didukung melalui program-program serupa di masa mendatang.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!