Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masuk Hari Ketiga
Basarnas Lampung menyisir Sebesi hingga Krakatau, tetapi jejak lima wartawan dan tiga kru masih belum ditemukan, Rabu (9/9/2026)./visi.news/Basarnas.
Basarnas menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan memastikan operasi SAR tetap dilakukan secara masif dengan melibatkan berbagai unsur.
Pencarian hari pertama belum membuahkan hasil
Operasi pencarian pertama dilakukan Kantor SAR Banten pada Selasa (8/9/2026). Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB-02 untuk melakukan pencarian dalam radius sekitar 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
Namun, pencarian pada hari pertama belum berhasil menemukan rombongan jurnalis maupun awak kapal yang menjadi objek operasi SAR. Tim gabungan kemudian melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran pada hari berikutnya.
Area pencarian diperluas menjadi 68,3 nautical mile
Pada Rabu (9/9/2026), pencarian memasuki hari kedua dengan wilayah operasi yang diperluas.
Tim SAR membagi area pencarian seluas 68,3 nautical mile ke dalam empat sektor Unit Pencarian dan Pertolongan atau Search and Rescue Unit (SRU).
Sejumlah armada dari berbagai instansi juga dikerahkan dalam operasi tersebut. Armada yang diterjunkan meliputi KN SAR Tetuka milik Basarnas, KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang milik TNI Angkatan Laut, KP Sanjaya milik Polairud, dan Tiga unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung.
Operasi tersebut turut didukung potensi SAR lokal, termasuk relawan dan nelayan yang berada di kawasan sekitar Selat Sunda.
Meski area pencarian diperluas dan jumlah armada ditambah, keberadaan delapan orang yang hilang kontak belum ditemukan hingga pencarian hari kedua berakhir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!