- Kerja sama meliputi pengkajian berbagai teknologi, diskusi terkait pengembangan layanan pengisi daya kendaran listrik, penyediaan perangkat pengisi daya kendaraan listrik (charger), dan pengembangan platform CSMS (Charging Station Management System).
- Kolaborasi tersebut bertujuan mengembangkan layanan pengisi daya Kendaraan Listrik di Indonesia.
VISI.NEWS | BANDUNG - ABB dan
PLN Icon Plus menandatangani Nota Kesepahaman dalam menjajaki berbagai peluang pengembangan
infrastruktur pengisi daya kendaraan listrik di Indonesia. Nota Kesepahaman ini ditanda-
tangani di Jakarta oleh Gerard Chan, President Director PT ABB Sakti
Industri (ABB Indonesia), WeeJin Lee, Region Leader for
Asia Pacific of ABB E-mobility Pte. Ltd., dan Anne Aprina Vice President Electric Vehicle Services PLN Icon Plus. Acara penandatanganan yang dilakukan di
Jakarta ini merupakan salah satu rangkaian acara penandatanganan di
Pameran Hannover,
Jerman pada 17 April
2023 mendatang.
Gerard Chan, President Director PT ABB Sakti Industri, dalam rilis yang diterima
VISI.NEWS, Jumat (14/
4/2023), menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam hal adopsi
transportasi kendaraan listrik, termasuk dalam penyediaan infrastruktur pengisian daya yang andal di berbagai wilayah Indonesia.
“Nota Kesepahaman antara ABB dan PLN Icon Plus ini menandai
komitmen kedua perusahaan untuk mempererat
kerja sama dalam pengembangan berbagai layanan terkait pengisi daya kendaraan listrik. Hal ini juga sebagai bentuk
dukungan untuk
pemerintah dalam percepatan implementasi e-mobility di Indonesia,” jelas Chan.
Melalui kolaborasi ini, ABB and PLN Icon Plus akan melakukan berbagai
kajian teknologi, studi serta diskusi terkait pengembangan layanan pengisi daya kendaraan listrik. Kedua perusahaan akan bersinergi dalam penyediaan layanan pengisi daya kendaraan listrik yang mencakup namun tidak terbatas pada asesmen teknologi, studi
pasar, pengembangan platform CSMS (Charging Station Management System),
aktivitas marketing dan penyediaan perangkat pengisi kendaraan listrik (charger).
Anne Aprina Vice President Electric Vehicle Services PLN Icon Plus, menyampaikan bahwa Pemerintah telah mempersiapkan berbagai
regulasi untuk menyambut era kendaraan listrik dalam negeri. Regulasi ini dimulai dari Peraturan
Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang menjadi tonggak awal dimulainya era kendaraan listrik di
tanah air. Salah satu regulasi lainnya adalah adanya program insentif
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian kendaraan bermotor listrik beroda empat dan bus yang tertuang dalam Peraturan Menteri
Keuangan (
PMK) Nomor 38 Tahun 2023 yang sudah berlaku sejak April 2023.
“Dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman ini, PLN Icon Plus dan ABB ikut serta mendukung pemerintah dalam memasuki era kendaraan listrik di tanah
air. Ke depan, pertumbuhan industri kendaraan listrik akan semakin berkembang pesat, dan oleh karenanya PLN Icon Plus akan terus mengembangkan
bisnis Beyond kWh terutama untuk mendukung Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai beserta seluruh ekosistemnya.” tambah Anne.
Berdasarkan
data PT PLN (Persero), hingga Desember
2022, jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di Indonesia tercatat sebanyak 588 unit yang tersebar di 257
lokasi. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, telah terjadi peningkatan signifikan sebesar 120,22%, dari sebelumnya berjumlah 267 unit di 197 lokasi.
Sebagai subholding Beyond kWh, PLN Icon Plus mendapat mandat dari PT PLN (Persero) untuk mengembangkan bisnis di luar ketenagalistrikan atau yang disebut dengan istilah Beyond kWh. Selain
fokus pada konektivitas dan solusi
digital, kini PLN Icon Plus juga tengah mengembangkan solusi
energi bersih (green energy) berupa Photovoltaic (PV) Rooftop serta mendorong pertumbuhan EV dan ekosistemnya. Hal ini juta mencakup pengembangan solusi digital untuk SPKLU dan layanan terkait EV lainnya yang terintegrasi dengan layanan kelistrikan dalam sebuah platform bernama PLN Mobile.
Evolusi e-mobility di Indonesia
Sebagai salah satu
negara dengan perkembangan
ekonomi terbesar dan tercepat di
Asia Tenggara, Indo- nesia telah melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan e-mobilitas. Di
2020, pemerintah Indonesia mengumumkan target untuk menjadi
produsen kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara pada 2025. Pemerintah juga menargetkan
2.
1 juta
motor listrik dan 20,000 kendaraan listrik sudah beroperasi pada 2025. Selain itu, pemerintah juga telah menawarkan berbagai insentif pajak dan subsidi untuk pabrikan dan pengguna kendaraan listrik dalam upaya mempercepat implementasi e-mobility di Indonesia.
Di Indonesia, ABB E-mobility telah
sukses melakukan instalasi beberapa pengisi daya cepat (DC), con- tohnya di BPPT Serpong,
Jawa Barat dan di kantor pusat PLN Unit Distribusi Jakarta di Gambir, Jakarta. ABB juga telah memajang unit pengisi daya di kompleks perkantoran WTC yang berlokasi di Pusat Distrik Bisnis (CBD) Jakarta, yang juga merupakan lokasi kantor pusat ABB di Indonesia. Selain itu, ABB E-mobility juga telah melakukan instalasi pengisi daya untuk tempat tinggal atau dikenal dengan AC wallbox untuk puluhan tempat tinggal, pusat perbelanjaan dan pabrikan kendaraan listrik. Berbagai upaya yang dil- akukan ABB ini merupakan bentuk dukungan strategis kepada pemerintah dalam menghadirkan solusi mobilitas yang cerdas,
bebas emisi dan andal.
@mpa