Pemprov Jabar Tetap Fokus Bangun Infrastruktur Meski Dana Transfer Turun Rp2,45 Triliun
Ia juga menolak langkah menambah pendapatan daerah dengan cara yang membebani masyarakat.
“Saya lebih memilih melakukan efisiensi terhadap belanja pemerintah daripada mencari pendapatan baru yang membebani masyarakat,” tegasnya.
Komitmen pada Pendidikan dan Kesehatan
Dedi menegaskan bahwa Pemprov Jabar tetap berkomitmen terhadap layanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat, terutama warga kurang mampu.
“Kita sudah melayani kesehatan dan perlindungan sosial melalui fasilitas BPJS maupun skema bantuan sosial lainnya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa program re-reongan di tingkat RT dan RW bukan karena kekurangan dana pemerintah, melainkan bentuk partisipasi sosial masyarakat.
“Sekolah dan rumah sakit sudah dijamin oleh pemerintah. Tapi ada warga yang tidak bisa datang ke sekolah karena tidak punya ongkos atau seragam. Maka inilah bentuk gotong royong sosial di lingkungan,” pungkasnya. @kanesa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!