Pemprov Jabar Tetap Fokus Bangun Infrastruktur Meski Dana Transfer Turun Rp2,45 Triliun
Ia mendorong pemerintah daerah agar lebih efisien dalam penggunaan anggaran, seperti dengan mengurangi belanja alat tulis kantor, listrik, air, perjalanan dinas, pakaian dinas, serta kegiatan protokoler yang tidak mendesak. “Semua diarahkan untuk fokus pada pembangunan yang menjadi kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Pembangunan Tanpa Utang Berlebih
Menurut Dedi, peminjaman dana untuk pembangunan tetap diperbolehkan asalkan terukur dan sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Tidak boleh lebih besar pasak daripada tiang,” ujarnya.
Meski ditawari pinjaman, Pemprov Jabar memilih tidak mengambil utang tambahan. “Kami tetap ingin membangun dengan dana yang dimiliki Provinsi Jawa Barat, meskipun dananya berkurang,” katanya.
Disiplin dan Integritas Pejabat Daerah
Dalam kondisi keterbatasan anggaran, Dedi mengingatkan seluruh pejabat dan ASN agar 'berpuasa dari kepentingan pribadi' dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Kami akan terus bekerja melayani masyarakat dengan upaya ekstra efisien,” katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!