Pemprov Jabar akan Bantu Pembangunan Jembatan Terdampak Banjir di Kabupaten Garut
VISI.NEWS | KABUPATEN GARUT - Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman mendampingi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengecek lokasi bencana banjir di Kabupaten Garut , Kamis (21/7/2022). Beberapa lokasi yang dikunjungi, di antaranya di Kampung Cikarokrok, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi dan Kampung Ciwalen, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garutkota.
Gubernur Jawa Barat yang akrab dengan panggilan Kang Emil ini menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan membantu pembangunan jembatan sementara yang sempat putus akibat diterjang banjir di Kabupaten Garut.
Ia menerangkan, pembangunan jembatan sementara ini akan dilaksanakan selama 4 hari, dan selama 4 hari tersebut ia menugaskan relawan untuk menyeberangkan anak-anak melalui perahu yang sudah disiapkan.
“Kemudian setelah 4 hari sekitar 3-4 bulan jembatan permanennya akan diselesaikan dengan dinaikkan ketinggian karena hasil kajiannya ternyata ada kenaikan level banjir sehingga ditinggikan minimal 2 meter,” ucap Kang Emil, dilansir dari laman resmi Pemkab Garut.
Selain di Banyuresmi, Kang Emil memaparkan pihaknya akan membantu pembangunan jembatan di sekitar 40 titik lainnya, yang mayoritas anggarannya akan dibantu melalui dana dari Pemprov Jabar.
“Hanya lagi dipikirkan sama Pak Bupati, Wakil Bupati, agar dikerjakan serempak ya, kalau satu-satu takut lama kasihan tapi nanti pendanaan mayoritas akan di bantu dari dana Provinsi, insyallah jangan khawatir,” lanjutnya.
Emil menyampaikan, bencana banjir ini merupakan salah satu dampak dari pemanasan global sehingga terjadi cuaca yang tidak menentu sehingga banyak prediksi cuaca dan iklim global yang meleset. Selain itu, Ia juga melaporkan bahwa Jabar selama 3 tahun ini telah menanam lebih dari 56 juta pohon sebagai komitmen untuk mencegah terjadinya bencana di kemudian hari.
“Jadi kalau ditanya apa yang sudah dilakukan? Selama 3 tahun 56 juta pohon sudah kita tanam, kemudian penanaman mangrove khususnya di laut di pantai utara Jawa Barat juga dilakukan karena sudah ada ratusan hektare lahan Jawa Barat hilang di air laut dan upaya-upaya edukasi lainnya,” tuturnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!