Pemkot Bandung Uji Coba Sistem Pengolahan Sampah Tanpa Pemilahan di Pasar Astanaanyar
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 19 Juni 2025 | 18:33 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terus mencari terobosan berkelanjutan. Salah satu inovasi terbaru muncul dari Pasar Astanaanyar, yang kini menjadi lokasi uji coba sistem pengolahan sampah terpadu tanpa pemilahan awal.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, telah meninjau langsung lokasi yang menerapkan teknologi pengolahan berbasis daur ulang energi dan material, tanpa menggunakan insinerasi. Sistem ini memproses sampah organik, anorganik, hingga residu menjadi dua produk utama yakni briket bahan bakar padat dan bioetanol.
Menurut Diki, salah satu pengelola, sistem ini bekerja tanpa henti dan memerlukan suplai sampah yang konsisten.
“Kita tidak bisa berhenti. Mesin ini tidak boleh jeda. Jadi harus banyak makan (sampah),” ujarnya, dikutip Kamis (19/6/2025).
Tahapan Proses Pengolahan:
1. Pencacahan: Sampah dari pasar dan lingkungan sekitar dicacah hingga menjadi campuran setengah halus.
2. Pemerasan: Campuran tersebut dipisahkan menjadi cairan dan padatan. Cairan difermentasi menjadi bioetanol, sedangkan padatan dikeringkan.
3. Pengeringan dan Pencetakan Briket: Ampas yang dikeringkan lalu diproses menjadi briket bahan bakar ramah lingkungan.
Briket yang dihasilkan memiliki dua jenis warna, menandakan bahan baku yang digunakan, warna cokelat untuk limbah organik seperti daun dan kayu, sedangkan hitam berasal dari residu bercampur limbah organik.
Pabrik lanjutan untuk proses bioetanol dan briket terletak di kawasan Kopo, perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bandung.
“Pabriknya di Kopo, pas perbatasan. Tapi yang penting adalah kita sama-sama punya solusi,” kata Diki.
Hingga saat ini, sistem ini memiliki kapasitas 10 ton dalam satu sif (8 jam kerja) dan bisa ditingkatkan menjadi 20 ton per hari jika beroperasi dalam dua sif. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!