Pemkot Bandung Perkuat Transformasi Pariwisata Berkelanjutan melalui Green Tourism
Pemkot Bandung menerapkan strategi *Tourism, Trading, Investment* (TTI) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pariwisata menjadi pintu masuk bagi wisatawan, yang kemudian mendorong transaksi perdagangan dan investasi. “Wisata itu to see, to do, to buy. Ketika orang berbelanja dan beraktivitas, maka trading terjadi. Dari situlah investasi masuk,” jelas Farhan.
Sebagai dampaknya, ekonomi Kota Bandung tumbuh signifikan. Pada semester pertama 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,43 persen, melebihi rata-rata nasional. Meningkatnya tingkat hunian hotel, terutama hotel berbintang, menunjukkan bahwa wisatawan yang datang memiliki daya beli yang tinggi. Namun, Farhan juga mengingatkan pentingnya mengatasi ketimpangan ekonomi yang masih ada, terutama di beberapa wilayah yang memiliki disparitas pendapatan.
Untuk mendukung pariwisata berkelanjutan, Pemkot Bandung juga fokus pada pengembangan *sport tourism* dan *education tourism*. Melalui pengembangan sektor ini, Bandung memanfaatkan banyaknya perguruan tinggi yang mendatangkan mahasiswa dari berbagai daerah. Ke depan, Pemkot Bandung juga berencana memperbanyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bekerja sama dengan PLN untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik. Selain itu, angkot listrik juga akan diperkenalkan sebagai sarana transportasi ramah lingkungan, seiring dengan peremajaan armada angkutan umum di kota ini.
Dengan langkah-langkah ini, Farhan berharap bahwa Bandung dapat menjadi model kota wisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan. Ke depan, dengan lebih banyaknya fasilitas ramah lingkungan dan kendaraan listrik, Bandung berpotensi menjadi destinasi wisata yang lebih berkelanjutan dan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
@uliBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!