Pemkot Bandung Perkuat Transformasi Pariwisata Berkelanjutan melalui Green Tourism
VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat transformasi pariwisata berkelanjutan melalui pengembangan konsep *green tourism*. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam diskusi "Bandung Bersinar" yang digelar di Pendopo Kota Bandung, kemarin. Kegiatan tersebut berlangsung pada 13–14 Desember 2025, sebagai upaya konkret mendukung target Net Zero Emission 2060 sekaligus memperkuat daya saing Bandung sebagai destinasi wisata hijau dan berkelanjutan.
Farhan menjelaskan bahwa pariwisata hijau merupakan inovasi yang pertama kali secara serius diperkenalkan di Kota Bandung. Menurutnya, sektor pariwisata kini tidak hanya sekadar menawarkan hiburan, tetapi juga harus dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
“Green tourism menunjukkan, kegiatan berwisata harus diberi nilai tambah. Inilah esensi inovasi yang kami dorong di Kota Bandung,” ujar Farhan. Dengan konsep ini, Pemkot Bandung berharap dapat menciptakan pengalaman wisata yang ramah lingkungan dan rendah emisi karbon.
Sejak 2016, Bandung telah diakui sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata utama di Indonesia. Bahkan, pemerintah pusat menetapkan brand *Wonderful Indonesia* untuk Bandung dengan nama *Stunning Bandung*. Namun, Farhan mengakui bahwa branding tersebut belum sepenuhnya optimal karena adanya tantangan dalam komunikasi dan implementasi.
“Yang perlu kita jawab adalah, apa yang membuat orang benar-benar terpana melihat Bandung? Banyak faktornya, mulai dari arsitektur, kuliner, komunitas, hingga event. Tapi salah satu tantangan utama destinasi wisata adalah mobilitas,” tambah Farhan.
Ia menjelaskan bahwa tingginya aktivitas wisata sering kali berbanding lurus dengan kemacetan. Meskipun pemerintah berupaya mengatasi persoalan lalu lintas, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan dampak emisi. "Kalaupun masih macet, emisinya harus minimum. Di sinilah peluang wisata berbasis zero emission," tegas Farhan.
Farhan juga menyoroti besarnya jejak karbon yang dihasilkan oleh sektor pariwisata, seperti transportasi wisatawan dan operasional hotel. Dalam rangka mengurangi dampak lingkungan, Bandung kini berfokus pada pariwisata rendah emisi untuk meningkatkan daya saingnya. “Semakin kecil jejak karbonnya, semakin tinggi nilai tambah wisatanya,” tambahnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!