Pemkot Bandung Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban, Gunakan Teknologi QR Code

Desi Rossilawati
Selasa, 3 Juni 2025 | 20:00 WIB
Bagikan
Pemkot Bandung Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban, Gunakan Teknologi QR Code
VISI.NEWS | BANDUNG - Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban yang masuk ke wilayahnya. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bahkan turun langsung meninjau proses pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan sebelum penyembelihan, di Pussenkav Jalan Salak, Kelurahan Turangga, Selasa (3/6/2025). Farhan menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. “Kalau satu ekor hewan saja terdeteksi mengidap penyakit menular, kita harus lakukan screening terhadap semua. Maka daripada menunggu, lebih baik kita menjaga sejak awal,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut, Farhan memperkenalkan aplikasi e-Selamat, inovasi digital untuk memudahkan masyarakat mengecek status kesehatan hewan kurban secara transparan. Hewan yang lolos pemeriksaan diberi 'kalung sehat' yang dilengkapi QR Code dan data lengkap, termasuk foto hewan. “Dengan aplikasi e-Selamat, masyarakat bisa langsung scan dan lihat status kesehatan hewan kurban. Ini menjamin tidak ada pemalsuan atau pertukaran hewan,” ujarnya. Dari sekitar 10.000 ekor yang telah masuk per 3 Juni 2025, sebanyak 70 persen atau 7.000 ekor dinyatakan layak dan sehat. Sisanya belum memenuhi kriteria, terutama karena belum cukup umur sesuai syariat. Pemkot juga menempatkan sebagian hewan kurban di Pussenkav yang dinilai cocok karena berpengalaman dalam pemeliharaan kuda. Namun, Farhan mengingatkan agar penampungan tidak melebihi kapasitas dan tetap mempertahankan fungsi utama Pussenkav. Selain pemeriksaan, Pemkot Bandung juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah di Ciroyom dan Cisaranten, maupun RPH swasta. Pendaftaran bisa dilakukan daring melalui Instagram DKPP Kota Bandung atau secara langsung. Farhan juga menegaskan bahwa penyembelihan hanya boleh dilakukan oleh tenaga bersertifikat untuk memastikan kesejahteraan hewan dan keamanan lingkungan. “Hewan yang stres sebelum dipotong bisa membahayakan diri dan orang sekitarnya. Harus ditangani oleh tenaga terlatih,” katanya. Isu lingkungan dan limbah plastik juga mendapat perhatian. Farhan mendorong penggunaan plastik daur ulang dan menyebut Pasar Gedebage sebagai contoh pengelolaan sampah organik yang baik. Meski penjualan hewan belum setinggi tahun lalu yang mencapai 16.000 ekor hingga hari Tasyrik, Farhan optimistis target itu dapat tercapai dalam beberapa hari ke depan. Ia juga menyebut peningkatan suplai dari Garut, Tasikmalaya, serta beternak mandiri oleh warga Bandung sebagai indikator positif. “Dari para pedagang juga terlihat ada peningkatan minat beli. Beberapa sudah mulai jualan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.