Pemkot Bandung Gunakan Data Analitik untuk Sukseskan Event Besar
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 20 Juli 2025 | 20:15 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung akan memaksimalkan pemanfaatan data analitik untuk mendukung penyelenggaraan event berskala besar, termasuk Pocari Sweat Run 2025. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pendekatan berbasis data sangat penting untuk menghadapi kompleksitas event nasional.
“Kita akan hubungkan CCTV dengan komentar sosial media. Lalu kita lakukan data analitis, dari mana munculnya, puncaknya di mana, turunnya di mana,” jelas Farhan saat konferensi pers Pocari Sweat Run 2025 di Balai Kota Bandung, Minggu (20/7/2025).
Menurut Farhan, Bandung Command Center memiliki peran krusial dalam mendeteksi dini potensi kemacetan dan mengelola arus lalu lintas. Ia mencontohkan, pada pukul 04.40 WIB sudah terlihat kepadatan di beberapa titik seperti Cicadas dan Supratman.
“Ini pengalaman digital yang seharusnya bisa digunakan maksimal oleh semua penyelenggara,” ujarnya.
Selain lalu lintas, Pemkot Bandung juga akan menganalisis data sosial media untuk memahami persepsi dan respon masyarakat terhadap event yang digelar. Farhan menekankan, kebijakan berbasis data seperti ini akan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
“Kita akan rekrut mitra yang fokus pada sinkronisasi data dari berbagai kanal. Ini penting agar keputusan yang kita ambil benar-benar berbasis data,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perlunya komunikasi publik yang efektif, tidak hanya melalui media sosial tetapi juga dengan pendekatan below the line dan strategi komunikasi yang lebih personal.
Farhan menegaskan, kebijakan ini tidak hanya untuk Pocari Sweat Run, tetapi juga seluruh event besar di Bandung.
“Kalau kita ingin menjadi kota event dan wisata olahraga, semua harus berbasis data,” katanya.
Saat ini, indeks pariwisata Bandung tercatat masih rendah di angka 1,8, padahal potensinya dapat meningkat hingga mendekati 10 jika tata kelola event diperbaiki dengan baik.
“Kalau kita bisa memahami pola traffic subuh, kita bisa prediksi masalah sejak dini. Ini data penting yang selama ini kita abaikan,” tambahnya.
Menurut Farhan, penggunaan data analitik secara komprehensif akan berdampak positif pada perencanaan pembangunan dan fasilitas publik.
“Kita akan jadikan Bandung kota paling nyaman untuk event. Semua keputusan harus berbasis data,” pungkasnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!