Pemkot Bandung Dorong Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Swasta
“Kepala sekolah bukan sekadar jabatan administratif. Ibu bapak semua adalah pemimpin yang membentuk generasi berilmu. Kalau ada waktu dan tenaga lebih, niatkan sebagai sedekah ilmu,” tuturnya penuh haru.
Menanggapi isu penahanan ijazah dan kendala administrasi lainnya, Erwin mengimbau kepala sekolah untuk menyampaikan langsung kepada Dinas Pendidikan sebelum masalah tersebut berkembang menjadi polemik publik.
“Kalau ada kendala, bicarakan dulu dengan dinas. Kalau tidak terselesaikan, saya siap bantu. Jangan tunggu viral dulu baru cari solusi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menjelaskan sejumlah program strategis untuk memperkuat karakter siswa, termasuk melalui uji coba kerja sama dengan TNI dan Polri bagi siswa kelas 9 SMP di empat sekolah negeri.
Program ini dilaksanakan setiap hari Jumat, dengan melibatkan psikolog serta aparat keamanan guna memberikan pembinaan mental, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan.
“Harapannya, siswa kita bukan hanya pintar secara akademik, tapi juga kuat secara mental dan sosial,” jelas Asep.
Disdik Kota Bandung juga memperkuat pelajaran muatan lokal seperti kesundaan, kaulinan barudak, dan pendidikan lingkungan hidup, untuk menanamkan nilai-nilai budaya lokal, tanggung jawab, dan kemandirian sejak dini.
Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga akan menerbitkan surat edaran untuk menyelaraskan visi dan program antara sekolah negeri dan swasta, terutama dalam penguatan karakter, pencegahan kekerasan, dan peningkatan wawasan kebangsaan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!