Pemkab Bandung Layani 129.305 NIB dalam 3,4 Tahun
"Bagi masyarakat yang masih menganggur, bisa mengikuti pelatihan-pelatihan, baik itu pelatihan bahasa Jepang, Korea, tata rias, tata boga, perbengkelan, las, budidaya ikan, dan pelatihan lainnya. Pemerintah sudah menyiapkan, tinggal ada kemauan dari masyarakatnya. Bagi saya tidak ada istilah menganggur," ujarnya.
Kang DS mengungkapkan setelah melewati proses pelatihan, masyarakat tak perlu bingung memikirkan modal usahanya. Karena pemerintah sudah menyiapkan program pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan sebesar Rp 70 miliar.
"Kenapa ada program ini? Kami tidak mau masyarakat Kabupaten Bandung terjerat bank emok dan pinjaman online (pinjol). Itu bahaya," katanya.
Ia berharap masyarakat untuk memanfaatkan program pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Pinjaman pertama Rp 2 juta. Jika berhasil, dinaikkan lagi pinjamannya Rp 5 juta, kemudian dinaikkan lagi sampai Rp 10 juta.
"Bisa perorangan, kelompok. Silahkan. Masyarakat bisa berdagang apa saja," kata orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini.
Bupati Bedas pun mengungkapkan, warga yang menganggur dan kemudian mengikuti pelatihan, nantinya diberikan sertifikasi dari bidang keahlian tersebut. Nantinya disalurkan ke perusahaan yang sudah bekerjasama dengan pemerintah.
Ia mengatakan bahwa Pemkab Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan sering melaksanakan job fair dengan menyiapkan ratusan lowongan kerja yang siap ditempatkan di sejumlah perusahaan di Kabupaten Bandung.
"Job fair itu menyiapkan untuk 300 orang sampai 500 orang lowongan kerja, sampai 1000 orang. Kita sudah lakukan itu. Sehingga angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bandung, saat ini sudah menurun yang asalnya 8,52 persen, saat ini sudah menurun 6,32 persen. Artinya, program pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan serta NIB ada manfaatnya," jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!