Pemimpin Hizbullah: Perang Melawan Israel Akan Berlanjut Hingga Ada Tawaran Gencatan Senjata

ED
Kamis, 31 Oktober 2024 | 23:00 WIB
Bagikan
Pemimpin Hizbullah: Perang Melawan Israel Akan Berlanjut Hingga Ada Tawaran Gencatan Senjata
VISI.NEWS | LEBANON - Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan bahwa kelompoknya akan terus berperang melawan Israel sampai ada tawaran syarat gencatan senjata yang dapat diterima. Ia menegaskan bahwa Hizbullah tidak akan mengemis untuk gencatan senjata. Pernyataan ini disampaikan dalam rekaman pidato pertamanya setelah diangkat sebagai pemimpin baru Hizbullah, dan disiarkan di televisi pada Rabu (30/10/2024). "Jika Israel memutuskan untuk menghentikan agresi, kami katakan kami menerima, tetapi sesuai dengan syarat-syarat yang kami anggap sesuai," katanya dikutip Aljazeera, Kamis (31/10/2024). "Kami tidak akan mengemis untuk gencatan senjata," imbuhnya. Namun, Qassem juga mengungkapkan bahwa upaya politik untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Israel hingga saat ini belum membuahkan hasil. Hizbullah telah berkoordinasi dengan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, yang merupakan mitra komunikasi utama Lebanon dengan Amerika Serikat, yang telah mengajukan beberapa usulan gencatan senjata. "Sejauh ini belum ada proyek yang diajukan yang disetujui Israel dan dapat kami negosiasikan," tambah Qassem. Ia juga menyebutkan bahwa Hizbullah saat ini sedang melaksanakan rencana yang ditetapkan oleh mantan pemimpin mereka yang terbunuh dalam perang yang terus berlangsung. Qassem mengindikasikan bahwa serangkaian serangan Israel yang ditujukan kepada Hizbullah dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak besar bagi kelompoknya. Serangan tersebut termasuk ledakan pager dan walkie-talkie pada pertengahan September serta pembunuhan pemimpin sebelumnya, Hassan Nasrallah. Setelah serangan yang menewaskan Hassan Nasrallah, Naim Qassem menegaskan bahwa Hizbullah mampu bangkit dan mengatur ulang struktur organisasinya dalam waktu delapan hari setelah kematian Nasrallah. "Kemampuan Hizbullah masih tersedia dan sesuai dengan perang yang panjang," ujarnya. Qassem diangkat sebagai pemimpin baru Hizbullah menggantikan Nasrallah pada Selasa lalu, setelah Nasrallah tewas dalam serangan udara Israel di pinggiran kota Beirut pada akhir September. Sebagai salah satu pendiri Hizbullah, Qassem sebelumnya menjabat sebagai wakil Nasrallah selama lebih dari tiga dekade. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.