Pemerintah Siapkan Impor BBM dan LPG dari AS Senilai US$ 10 Miliar
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 17 April 2025 | 19:48 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Istana Negara, Kamis (17/5/2025), untuk membahas strategi baru dalam hubungan dagang dengan Amerika Serikat. Fokus utama rapat tersebut adalah rencana pengalihan sebagian impor minyak dan gas (migas) dari negara lain ke AS, demi menjaga keseimbangan neraca perdagangan.
Bahlil menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia saat ini mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 14,5 miliar terhadap AS. Untuk menjaga hubungan dagang yang berimbang, pemerintah akan mulai meningkatkan pembelian komoditas energi dari Negeri Paman Sam.
Adapun komoditas yang rencananya akan diimpor antara lain LPG, minyak mentah (crude oil), dan bahan bakar minyak (BBM), dengan nilai total mencapai lebih dari US$ 10 miliar.
"Tidak ada. Kita kan, ini sebenarnya sudah impor. Tapi sebenarnya ini kan adalah sebagian kita beli dari negara-negara di Middle East (Timur Tengah), di Afrika, kemudian di Asia Tenggara, ini kita switch aja, kita pindah aja ke Amerika, dan itu tidak membebani APBN dan juga tidak menambah kuota impor kita," kata Bahlil.
Langkah ini juga menjadi bagian dari respons atas kebijakan Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan tarif impor global sebesar 10%, serta tarif tambahan khusus sebesar 32% untuk Indonesia. Skema tarif resiprokal tersebut bertujuan menekan defisit perdagangan AS dengan mitra dagang utamanya.
Dengan mengalihkan impor ke AS, Indonesia berharap dapat menjaga hubungan dagang yang sehat sekaligus memperkuat posisi dalam negosiasi dengan Washington di tengah dinamika kebijakan perdagangan global yang terus berkembang. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!