Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Pemerintah Prabowo Komitmen Capai Net Zero Emissions pada 2060, Tanpa Mengorbankan Pertumbuhan Ekonomi 8%

Desi Rossilawati
Jumat, 15 November 2024 | 06:30 WIB
Bagikan
Pemerintah Prabowo Komitmen Capai Net Zero Emissions pada 2060, Tanpa Mengorbankan Pertumbuhan Ekonomi 8%
VISI.NEWS | BAKU - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bertekad mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. Di sisi lain, pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di atas 8% per tahun. Visi ini disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dalam Konferensi Perubahan Iklim Dunia ke-29 (COP29) di Baku, Azerbaijan, pada Selasa, 12 November 2024. Hashim menegaskan bahwa Presiden Prabowo berkomitmen untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat sebesar 8% per tahun, sambil tetap memperhatikan pembangunan yang merata dan pengembangan ketahanan energi yang berbasis pada energi hijau serta energi baru terbarukan. Hashim juga menjelaskan posisi Indonesia dalam upaya menghadapi perubahan iklim global serta strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, tanpa mengorbankan komitmen terhadap lingkungan. "Saya di sini mewakili Presiden Prabowo Subianto yang sayangnya tidak dapat menghadiri acara ini karena acara penting lainnya yang sudah dijanjikan sebelumnya. Dia berjanji untuk meningkatkan aksi nyata Indonesia atas perubahan iklim dan melanjutkan kebijakan-kebijakan sebelumnya yang sudah dibuat oleh pemerintahan sebelumnya. Presiden Prabowo memiliki visi pertumbuhan ekonomi 8% ke atas per tahun dan memastikan ketahanan energi hijau dan pembangunan yang inklusif untuk semua warga Indonesia. Visi ini menentukan misi kita untuk mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat dan menghindari 1 miliar ton emisi CO2. Kami bergeser dari pemakaian bahan bakar fosil menuju pembangunan berbasis energi terbarukan, di mana 75% dari tambahan pembangkit listrik baru berasal dari energi terbarukan. 70.000 km jaringan transmisi akan dibangun untuk mengirimkan energi dari seluruh daerah Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Indonesia juga akan mengembangkan jaringan "pintar" (smart grid), menambahkan 42 Giga Watt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB), meningkatkan tiga kali lipat kapasitas energi terbarukan, dengan total 75 Giga Watt. Energi bersih terjangkau akan disediakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, memastikan keamanan pangan, dan mengurangi kemiskinan untuk kesejahteraan warga sambil menyeimbangkan pertumbuhan, lingkungan, dan keberlanjutan. Kami akan melakukan reforestasi lebih dari 12 juta hektar dari hutan-hutan yang rusak parah selama ini, merevitalisasi lahan-lahan untuk meningkatkan produksi pangan, meniga laut demi ekonomi biru yang lebih baik, dan memberdayakan komunitas lokal untuk ketahanan iklim dan pekerjaan ramah lingkungan yang berkualitas. Usaha kita ini membutuhkan tiga pendukung, yakni kerangka kebijakan pertumbuhan ekonomi hijau yang komprehensif yang sedang kami finalisasi, investasi masif US$ 235 miliar, dan kolaborasi internasional. Kita harus memobilisasi sumber daya global, dalam hal teknologi, keuangan, dan investasi, membentuk sebuah persatuan untuk menangkal pemanasan global dan merebut kembali hak umat manusia untuk bisa bertahan hidup. Indonesia memang dianugerahi akuifer yang luas, yang bisa menawarkan hampir 500 Giga Ton kapasitas penyimpanan dan penangkapan karbon (Carbon Capture and Storage). Sejumlah perusahaan multi nasional telah menyatakan minatnya pada proyek-proyek multi-miliar dolar. Kami berkomitmen untuk mengembangkan pasar karbon yang kuat, dimulai dengan mengoptimalkan 557 juta ton karbon kredit terverifikasi. Kita harus bekerja bersama-sama untuk menyediakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Terima kasih." @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.