Pemerintah Perkuat Hubungan Ekonomi Bilateral dengan Eropa Sejalan dengan Pemulihan Ekonomi di Kawasan

ED
Kamis, 3 Maret 2022 | 16:00 WIB
Bagikan
Pemerintah Perkuat Hubungan Ekonomi Bilateral dengan Eropa Sejalan dengan Pemulihan Ekonomi di Kawasan

VISI.NEWS | JAKARTA - Negara-negara di Eropa sudah lama menjadi partner ekonomi Indonesia, dan telah tercipta kekuatan, inovasi, dan kreativitas, bahkan ketahanan ketika dihadapkan pada tantangan dan krisis terbesar hingga saat ini. Pemerintah Indonesia senantiasa mengambil langkah-langkah untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan mitra di Eropa.

“Kami sekaligus mempromosikan hubungan yang lebih besar melalui forum bilateral, regional dan bahkan multilateral. Tapi ada juga pelajaran yang bisa kita petik dari satu sama lain dalam mengejar kebangkitan ekonomi. Seperti kebanyakan negara di Eropa, Indonesia juga menerapkan kebijakan yang efektif untuk menghindari tekanan ekonomi, mendukung pemulihan ekonomi, dan menahan perluasan pandemi Covid-19,” kata Menko Airlangga dalam acara 1st Indonesia-Europe Business Forum 2022 yang bertema “Enhancing Partnership for Economic Recovery”, secara virtual, di Jakarta Selasa (01/03).

Menko Airlangga menjelaskan bahwa ada tanda-tanda positif pemulihan ekonomi pada tahun lalu yang ditandai dengan positifnya pertumbuhan ekonomi pada Kuartal 4 yaitu 5,02% dan keseluruhan 2021 adalah 3,69% (yoy). Sementara, pertumbuhan ekonomi di 2022 diperkirakan akan meningkat sekitar 5,0% hingga 5,5%.

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi didorong pertumbuhan positif pada sektor konsumsi, aktivitas manufaktur, investasi dan ekspor. Demikian pula dari sisi penawaran, hampir semua sektor tumbuh positif sebagai respon dari peningkatan permintaan.

Di bidang perdagangan, tahun lalu Indonesia berhasil meraih surplus perdagangan sebesar US$35,3 miliar, terutama dari komoditas unggulan siklus super. Indonesia juga telah berhasil mencapai US$31,6 miliar dalam Foreign Direct Investment (FDI), di mana sekitar US$2,4 miliar berasal dari negara-negara anggota Uni Eropa (UE), dan Purchasing’s Manager Index berhasil menyentuh angka 53,7 poin yang menunjukkan level ekspansif.

Indonesia juga telah membuat kemajuan luar biasa dalam reformasi struktural dengan mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja. Undang-undang tersebut meningkatkan kinerja perdagangan dan investasi, serta menambah efisiensi dan kejelasan peraturan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.