Pemerintah Luncurkan Skrining TB dan CKG di 532 Lapas
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Lapas Kelas IIA Ngaseman, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (29/6/2026)./visi.news/ist.
Selain TB, Budi juga menekankan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular seperti stroke dan penyakit jantung, dengan menjaga indikator kesehatan seperti tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
Senada, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan penting untuk mendukung target eliminasi TB di Indonesia pada 2030.
“Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TB tertinggi kedua di dunia setelah India. Oleh karena itu, diperlukan langkah luar biasa, termasuk deteksi dini di lingkungan pemasyarakatan yang memiliki risiko penularan tinggi,” kata Agus.
Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan Andi Saguni menyebut program ini menargetkan 321.449 peserta yang terdiri dari 272.573 warga binaan dan 48.876 petugas di 532 Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan di 34 provinsi.
Pelaksanaan dilakukan bertahap hingga akhir 2026. Sebagai tahap awal, peluncuran di Nusakambangan digelar selama empat hari pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026 dengan target 5.768 orang.
Layanan Cek Kesehatan Gratis yang diberikan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, tes cepat HIV, skrining TB melalui rontgen dada, serta pemeriksaan dahak bagi peserta bergejala untuk tindak lanjut medis.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!