Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Pemerintah Kembalikan Rp 281 Triliun ke Bank BUMN, Ada Apa?

Desi Rossilawati
Senin, 29 Juni 2026 | 16:16 WIB
Bagikan
Pemerintah Kembalikan Rp 281 Triliun ke Bank BUMN, Ada Apa?

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Pemerintah kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 281 triliun di bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan ini sebelumnya sempat diikuti penarikan sebagian dana secara bertahap.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menjelaskan bahwa dari total Rp 281 triliun, pemerintah sempat menarik Rp 110 triliun dan kini mengembalikannya sehingga posisi dana tetap sama. Penempatan dana tersebut akan dijaga hingga Desember 2026.

"Dari Rp 281 triliun kan awalnya, Rp 110 triliun ditarik, ini dikembalikan lagi Rp 110 triliun, jadi tetap Rp 281 triliun. Itu dijaga sampai Desember 2026," kata Juda dalam keterangannya dikutip, Senin (29/6/2026).

Selain penempatan kembali dana tersebut, pemerintah juga menyiapkan dana siaga hingga Rp 100 triliun yang dapat digunakan apabila diperlukan untuk ditempatkan di perbankan. Dana ini masih berada di Bank Indonesia (BI) sebagai cadangan likuiditas.

"Terus ada tambahan Rp 100 triliun in case masih diperlukan. Iya bisa (sampai Rp 381 triliun)," ucapnya.

Juda menjelaskan, penempatan dana ini bertujuan menjaga likuiditas perbankan agar mampu menyalurkan kredit ke masyarakat. Ia menyebut permintaan kredit masih cukup tinggi, sehingga dukungan likuiditas diperlukan untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan.

Menurutnya, keterbatasan likuiditas dapat membuat bank lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit, yang berpotensi menghambat akses modal bagi dunia usaha dan berdampak pada penciptaan lapangan kerja serta konsumsi masyarakat.

Ia juga menyebutkan bahwa pada Mei 2026, pertumbuhan kredit tercatat mencapai 11,5 persen, dan pemerintah berharap pertumbuhan tersebut tetap berada pada level dua digit dalam beberapa bulan ke depan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.