Pembangunan Teleskop VGOS: Lompatan Besar Astronomi Indonesia
“Dengan demikian, kita dapat menentukan apakah sebuah wilayah memiliki potensi yang berbahaya atau tidak,” ujar Taufiq.
Investasi Penting untuk Masa Depan
Menurut Taufiq, VGOS adalah investasi jangka panjang yang penting bagi Indonesia. Pembangunan teleskop ini diharapkan dapat memperkuat penelitian astronomi Indonesia dan meningkatkan posisi negara di dunia internasional.
Teleskop radio bekerja dengan mengumpulkan cahaya radio dari berbagai sumber astronomi, seperti bintang, galaksi, dan lubang hitam. Cahaya tersebut kemudian diarahkan ke fokus dan dianalisis menggunakan berbagai instrumen. Teleskop radio dapat mengamati panjang gelombang cahaya mulai dari 1 milimeter hingga lebih dari 10 meter, dengan antena dan peralatan penerima yang mendeteksi sinyal.
Teleskop Radio di Negara Lain
VGOS bukan satu-satunya teleskop radio besar di dunia. Di China, terdapat Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescope (FAST) dengan bukaan optik sebesar 500 meter, yang diresmikan pada tahun 2020 dan menjadi teleskop terbesar di dunia. Selain itu, ada juga teleskop radio SKA di Australia dan Afrika Selatan dengan total 712 stasiun. Teleskop radio ALMA di Chili dengan diameter 12 meter telah mencatat penemuan oksigen terjauh di luar angkasa.
Dengan pembangunan VGOS, Indonesia tidak hanya akan menambah daftar negara dengan fasilitas teleskop radio canggih, tetapi juga memperkuat kolaborasi internasional dan kontribusi dalam ilmu pengetahuan global. @maulana
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!