Pembangunan Masjid Raya Replika Grand Mosque UEA di Solo Dikebut
VISI.NEWS |SOLO - Pembangunan Masjid Raya Syeikh Al Zayed, di kawasan Gilingan Kota Solo yang merupakan hadiah dari Pangeran Uni Emirat Arab (UEA), Syeikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Jokowi, saat ini dikebut.
Proses pembangunan yang telah memasuki tahap finishing dan penyempurnaan di beberapa bagian, 2 hari sebelum peresmian pada 17 November 2022 harus sudah selesai.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimulyono, ketika meninjau proyek bangunan masjid megah replika Grand Mosque UEA itu, Jumat (4/11/2022), mendapati beberapa bagian yang memerlukan penyempurnaan.
"Bangunan gedung tinggal finalisasi. Masih ada beberapa bagian yang perlu penyempurnaan. Saya lihat tulisan-tulisan Asmaul Husna kurang besar, itu akan kita ganti dengan font yang lebih besar," katanya kepada wartawan.
Selain itu, Menteri Basuki juga mendapati di bagian tempat wudu ada pancuran yang belum masuk lubang saluran. Bahkan, dia juga melihat sejumlah keramik lantai yang pecah dan harus diganti, serta bagian lain yang pemasangannya kurang rapi harus segera dirapikan.
Di bagian luar bangunan utama masjid yang dirancang sebagai Islamic Center, tanaman penghias taman banyak yang layu sehingga juga banyak yang harus segera diganti.
"Kita baru saja selesai merenovasi taman-taman di Pulau Bali untuk KTT G20. Tanaman-tanaman di taman kawasan masjid ini, yang layu dan rusak juga harus segera diganti. Kita masih punya waktu 10 hari untuk penyempurnaan Masjid Raya Sheikh Zayed," jelasnya.
Kekurangan lain di kawasan Masjid Syeikh Al Zayed yang berdiri di atas lahan seluas 26.500 meter persegi dan luas bangunan 7.800 meter persegi, sudah disiapkan lahan 2.600 meter persegi untuk parkir kendaraan bermotor.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!