Pembangunan dan Pengembangan Air Bersih Bandung Wilayah Timur, Menuai Polemik

Desi Rossilawati
Jumat, 27 Juni 2025 | 06:11 WIB
Bagikan
Pembangunan dan Pengembangan Air Bersih Bandung Wilayah Timur, Menuai Polemik
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Lumpur tanah yang menyebar ke jalan raya Garduh-Cikoneng Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung dikeluhkan dan di khawatirkan warga juga para pengguna jalan. Berdasarkan hasil investigasi VISI.NEWS yang dimulai dalam akhir pekan bulan Juni 2025 ini. Sumber yang menyebabkan lumpur tanah sehingga meluber ke jalan raya itu, ternyata dari aktivas proyek pipanisasi untuk pengembangan air bersih di Bandung wilayah timur. Warga masyarakat maupun para pengguna jalan yang kerap melintasi jalan tersebut, merasa khawatir dengan adanya proyek penggalian tanah di pinggir jalan raya utama. "Kalau dilihat mah cukup kaget, galian nya cukup dalam, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, licin juga tanah lumpur ke jalan raya, hampir terpeleset malah," ucap Alexander, pengguna jalan saat dikonfirmasi tidak jauh dari lokasi proyek. Sebab bukan tanpa soal, dalam keterangan berbagai sumber yang diperoleh, sempat terjadi kejadian laka lantas dari pengguna roda dua yang tergelincir akibat lumpur yang licin sehingga menabrak angkutan umum jalur Ciparay Pacet. "Ya sempat menubruk angkot, bagian belakang, mungkin karena licinnya jalan sulit dihindari, akhirnya nabrak," ucap pemilik angkot, dikonfirmasi Jumat (27/6/2025).

Petani dan Paguyuban Tolak Pengambilan Air di Sungai Citarum

Menariknya, sejumlah petani dan paguyuban menolak adanya pengambilan air sungai Citarum. Salah satu aksi penolakan itu adalah, mereka mengaku belum mendapat sosialisasi atau informasi yang kurang jelas dari pihak-pihak terkait. Kedua, mereka khusus nya para petani, memprotes adanya kegiatan ini diwilayahnya karena dianggap berpotensi merusak ekosistem alam. Bagi para petani, saat ini agar mendapatkan aliran air dari sungai Citarum untuk mengalir/menghidupi sawah terbilang sulit. "Ku jaman Kiwari wae cai teh hese, ngalir KA sawah, sumber air nya kan di Sungai Citarum, jadi kalo diambil alih pengelolaannya, kita mau cari air dari mana," ucap para petani. Sementara itu, pemerintah Kabupaten Bandung yang melibatkan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menargetkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat kabupaten bandung, terutama di delapan kecamatan yaitu, Ciparay, Majalaya, Solokanjeruk, Rancaekek, Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Cikancung, dengan rencana penambahan sambungan rumah kurang lebih sebanyak 45.000 sambungan rumah secara bertahap sampai dengan tahun 2029. Skema Investasi SPAM Bandung Timur tersebut dilakukan antara Perumda Air Minum Tirta Raharja dengan pihak ke-3 atau swasta sebagai pemrakarsa dengan skema B to B (bussines to business). Keterlibatan PT. Air Bandung Timur sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) kerjasama. @gvr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.