Pelatihan Bahasa Jepang di LPK SO OHM Ditutup, Program Bupati Bandung Sangat Bermanfaat
Biaya LPK SO OHM, yang transparan dan sangat terjangkau, katanya, merupakan keunggulan pihaknya sehingga peserta dapat dengan mudah berangkat melalui LPK kami. "Namun apabila ada diantara peserta yang memiliki masalah terhadap biaya keberangkatan, jangan sungkan untuk berdiskusi dengan kami karena khusus untuk program Disnaker Kabupaten Bandung ini terdapat dana talang tanpa riba dari pihak kami. Semangat dan sukses untuk para peserta sampai ke Negeri Sakura", ucap Beliau.
Melebihi Ekspektasi
Dari Disnaker Kab. Bandung Hidayat mengungkapkan bahwa selama 40 hari Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang memang bukanlah waktu yang lama, namun LPK SO OHM ini telah membuktikan bahkan melebihi ekspektasi bila melihat dari batch-batch sebelumnya.
"Standar kami seharusnya pelatihan ini dipersiapkan untuk mengikuti magang di Jepang yaitu mendapatkan kemampuan bahasa setara N5 namun pada LPK SO OHM ini level bahasa yang ditargetkan adalah N4, bahkan ada lulusan dari pelatihan ini yang mencapai level N3 dan N2 dan banyak yang sudah di Jepang. Ini membuktikan bahwa pelatihan di LPK SO OHM ini sangat komprehensif dan membantu kami dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bandung, " kata Hidayat.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa pelatihan ini tidak hanya mengurangi bahkan merubah nasib warga Kabupaten Bandung yang tadinya hanya dapat bekerja dengan UMR Indonesia menjadi UMR Jepang yang lebih besar daripada Indonesia.
"Untuk itu kepada peserta saya berpesan 'suatu kaum tidak dapat mengubah nasibnya jika tidak ada usaha untuk merubah nasib tersebut dari kaum itu sendiri'. Oleh karena itu, bersemangatlah kejar mimpi kalian semua dengan bisa berangkat ke Jepang," tandanya.
Setelah mengatakan hal tersebut, Pelatihan Bahasa Jepang di LPK SO OHM resmi ditutup.
@nia
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!