Pelatihan Bahasa Jepang di LPK SO OHM Ditutup, Program Bupati Bandung Sangat Bermanfaat
VISI.NEWS | CIMENYAN - Puluhan peserta pelatihan Bahasa Jepang yang diprakasai Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung dan LPK SO Orion Harmoni Mandala (OHM) sumringah setelah menyelesaikan 40 hari pelatihan.
"Alhamdulillah setelah mengikuti pelatihan ini kemampuan bahasa Jepang saya meningkat. Terima kasih kepada Pak Bupati melalui Disnaker dan juga Terima kasih kepada LPK SO OHM, " ungkap seorang peserta, Sabtu (8/7/2023).
Pembina LPK SO OHM H. Idat Mustari mengungkapkan bahwa pihaknya mengucapkan rasa syukur pada Allah karena melalui program ini, kesempatan putra putri warga Kabupaten Bandung terbuka untuk menggapai cita-citanya bukan saja mahir berbahasa Jepang tapi juga bisa lanjut bekerja ke Jepang sebagai tenaga terampil.
"Tentu tentu saja nanti secara income lebih dari cukup, yang bisa nantinya ditabung dan jadi modal usaha sepulang dari Jepang. Oleh karena itu saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Bandung HM Dadang Supriatna yang selalu membuat program dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Bandung salah satunya melalui pelatihan ini," ungkapnya.
Rizal Ansory Wiguna selaku Pimpinan LPK OHM menambahkan bahwa kesempatan kerja di Jepang sangatlah terbuka lebar. Kesempatan tersebut terbuka untuk siapa saja yang memiliki syarat-syarat untuk bekerja sebagai tenaga kerja terampil di Jepang. Jelas pelamar tenaga terampil di Jepang membutuhkan syarat bahasa yaitu memiliki sertifikat bahasa Jepang JFT Basic A2 atau JLPT N4, syarat keterampilan yaitu tes bidang TG atau SSW seperti bidang keperawatan lansia, bidang restoran, bidang pengolahan makanan, bidang pertanian dll. Syarat-syarat tersebut dapat diambil melalui ujian resmi yang diadakan oleh lembaga resmi Japan Foundation dari Jepang.
"Dengan diadakannya Pelatihan Bahasa Jepang Batch 4 melalui kerjasama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung dan LPK SO Orion Harmoni Mandala selama 40 hari ini, peserta menjadi mampu meraih syarat-syarat untuk bekerja sebagai tenaga kerja terampil di Jepang. Sebagai bukti, LPK kami telah mengirimkan lebih dari 35 orang warga Kabupaten Bandung dari 3 batch sebelumnya untuk meraih cita-cita mereka agar dapat bekerja di Jepang, " ujarnya.
Biaya LPK SO OHM, yang transparan dan sangat terjangkau, katanya, merupakan keunggulan pihaknya sehingga peserta dapat dengan mudah berangkat melalui LPK kami. "Namun apabila ada diantara peserta yang memiliki masalah terhadap biaya keberangkatan, jangan sungkan untuk berdiskusi dengan kami karena khusus untuk program Disnaker Kabupaten Bandung ini terdapat dana talang tanpa riba dari pihak kami. Semangat dan sukses untuk para peserta sampai ke Negeri Sakura", ucap Beliau.
Melebihi Ekspektasi
Dari Disnaker Kab. Bandung Hidayat mengungkapkan bahwa selama 40 hari Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang memang bukanlah waktu yang lama, namun LPK SO OHM ini telah membuktikan bahkan melebihi ekspektasi bila melihat dari batch-batch sebelumnya.
"Standar kami seharusnya pelatihan ini dipersiapkan untuk mengikuti magang di Jepang yaitu mendapatkan kemampuan bahasa setara N5 namun pada LPK SO OHM ini level bahasa yang ditargetkan adalah N4, bahkan ada lulusan dari pelatihan ini yang mencapai level N3 dan N2 dan banyak yang sudah di Jepang. Ini membuktikan bahwa pelatihan di LPK SO OHM ini sangat komprehensif dan membantu kami dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bandung, " kata Hidayat.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa pelatihan ini tidak hanya mengurangi bahkan merubah nasib warga Kabupaten Bandung yang tadinya hanya dapat bekerja dengan UMR Indonesia menjadi UMR Jepang yang lebih besar daripada Indonesia.
"Untuk itu kepada peserta saya berpesan 'suatu kaum tidak dapat mengubah nasibnya jika tidak ada usaha untuk merubah nasib tersebut dari kaum itu sendiri'. Oleh karena itu, bersemangatlah kejar mimpi kalian semua dengan bisa berangkat ke Jepang," tandanya.
Setelah mengatakan hal tersebut, Pelatihan Bahasa Jepang di LPK SO OHM resmi ditutup.
@nia
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!