Pelantikan Pengawas dan Kepala Sekolah di Kab. Bandung Diduga Tak "Clear & Clean"
VISI.NEWS | SOREANG - Pelantikan Admin Pengawas dan Kepala Sekolah TK, SD dan SMP di Kabupaten Bandung, Jumat (31/12/2021) disinyalir tidak clear & clean, karena pada saat pelantikan dan setelahnya tidak sedikit mereka yang seharusnya dilantik masih kebingungan.
"Ini pelantikan paling buruk di Kabupaten Bandung. Masa orang yang akan dilantik sampai tidak tahu ada pelantikan dan jabatan yang barunya," ungkap Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Kabupaten Bandung, Imam Supardi, M.M., Senin (3/1/2021).
Menurutnya, berbeda dengan pelantikan-pelantikan dulu, calon yang akan dilantik sudah diberi tahu sebelumnya dan diminta datang ke lokasi pelantikan. "Begitu juga setelahnya, daftar nama-nama yang dilantik itu jelas dengan jabatan barunya. Ini bisa memunculkan dugaan tidak clear & clean. Tidak jelas dan bersih," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua GNPK RI Jawa Barat Nana S. Hadiwinata. Menurutnya, isu transaksi jabatan yang belakangan ramai di Kabupaten Bandung semakin menguatkan dengan cara kerja seperti itu. "Seharusnya Bapati sensitif terhadap isu yang sekarang ramai di Kabupaten Bandung tentang transaksi jabatan. Pola kerja seperti ini bisa memperkuat dugaan masyarakkat tentang transaksi jabatan itu," ungkap Nana. "Apalagi Bupati Bandung belum lama ini sudah menerima penghargaan keterbukaan informasi publik, seharunya ditunjang dengan kinerja bawahannya".
Ia menyebutkan, tidak jelasnya proses pelantikan ini, juga bisa mengundang dugaan "tidak bersih" karena ada kesempatan terjadinya traksaksi jabatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Ruli Hadiana ketika dihubungi VISI.NEWS, Minggu (2/1/2021), juga juga belum bisa memberikan list mereka yang dimutasi pada hari jumat tersebut. "Siap, saya lagi diluar," balasnya melalui Whatsapp.
Senada, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara juga tidak bisa memberikan daftar nama-nama PNS yang dilantik pada hari terakhir di bulan Desember 2021 tersebut. "Nanti kita cek ke Disdik. BKPSDM hanya melaksanakan kegiatan sumpah dan melantiknya. Teknis persiapan dan verifikasi calon peserta adanya di Dinas Pendidikan," jelasnya melalui Whatsapp, Sabtu (1/1/2021).
Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, Yudi Abdurrahman juga belum punya list nama-nama yang dilantik tersebut. "Coba hubungi langsung ke BKPSDM, kita belum menerimanya dari BKPSDM," ungkap Yudi, Senin (3/1/2021).
Keterangan yang sama juga disampaikan Kordinator Sekretaris Pribadi Bupati Bandung, Sonny. Menurutnya, tidak hanya Bupati, Humas Pemkab Bandung juga belum menerima daftar yang dilantik tersebut, "Kita belum menerima, sama Humas Pemkab Bandung juga belum menerimanya," ungkap Sonny.
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna sendiri menegaskan bahwa dalam mutasi pejabat di Kabupaten Bandung tidak ada transaksi. Saat ditemui seusai salat Jumat (1/1/2021) di Mesjid Nurul Hikmah, Gading Tutuka, Cingcin, Soreang Kabupaten Bandung mengungkapkan bahwa pelantikan pejabat di Kabupaten Bandung tidak ada transaksi. "Tidak ada transaksi jabatan. Tidak ada pungli dalam mutasi jabatan di Kabupaten Bandung," ungkapnya.@alfa/asa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!