Pekan Ketiga September 2025 Jadi Penentu Arah Pasar Crypto
Jika data ekonomi AS mengindikasikan pelemahan lebih lanjut, peluang pelonggaran moneter lanjutan akan terbuka lebar. Namun, angka yang terlalu kuat bisa membatalkan ekspektasi pemangkasan, yang berpotensi menekan pasar aset digital. Kondisi ini membuat altcoin lebih rentan, mengingat likuiditasnya yang lebih kecil dibanding Bitcoin dan Ethereum.
Sementara itu, Rabu, 19 September, giliran Bank of Japan yang akan menjadi pusat perhatian. Selama ini dikenal dengan kebijakan ultra-longgar, BoJ bisa saja memberikan kejutan jika memutuskan melakukan normalisasi moneter atau menghapus kontrol imbal hasil obligasi. Hal ini dapat memicu arus modal kembali ke Jepang dan mengurangi likuiditas global, termasuk di pasar crypto.
Kapitalisasi pasar crypto global sempat menyentuh angka 4 triliun dolar AS, sebelum terkoreksi tipis ke 4,13 triliun dolar awal pekan ini. Bitcoin sempat menembus level 116.000 dolar, namun masih tertahan di resistance penting. Ethereum bergerak sideways di kisaran 4.630 dolar, sementara altcoin seperti Solana, XRP, dan Cardano mengalami koreksi lebih dalam.
Meski demikian, sejumlah analis tetap optimis. Direktur LVRG Research, Nick Ruck, menyatakan bahwa aset digital semakin dipandang sebagai pelindung nilai terhadap ancaman stagflasi dan pelambatan ekonomi global. Ia menilai bahwa dengan kebijakan fiskal yang agresif dan potensi pelonggaran moneter lebih lanjut, pasar crypto bisa tetap berada dalam tren naik hingga tahun 2026.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!