Pegawai Pemerintah Lebih Rentan Terhadap Penyakit Jantung
“Tren Penyakit Jantung Koroner (PJK) ini lebih tinggi pada perempuan atau sekitar 1,6 persen dibanding laki-laki yang hanya 1,3 persen. Sedangkan jika dilihat dari pekerjaan, ironisnya justru terjadi pada pegawai pemerintah,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Eva Susanti dalam Talkshow Jantung Sehat untuk Semua yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.
Eva menyebutkan pasien penyakit jantung yang berasal dari jajaran pemerintahan tersebut mencapai 2,7 persen. Dengan rincian pekerjaan pasien penyakit jantung terbanyak adalah TNI, Polri, PNS, BUMN dan BUMD.
Selanjutnya pada lokasi tempat tinggal, kebanyakan pasien tersebut tinggal di perkotaan. Angkanya sudah menyentuh 1,6 persen atau lebih tinggi dari pasien yang tinggal di pedesaan yakni 1,3 persen.
Update Covid-19 per 22 September 2022: Kasus Positif Bertambah 2.162 Eva turut membeberkan data dari Riskesdas 2018 melaporkan bahwa prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia mencapai 1,5 persen. Di mana prevalensi pasien tertinggi terdapat di Provinsi Kalimantan Utara 2,2 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dua persen, dan Gorontalo dua persen.
Sementara penyakit lainnya yang berkaitan dengan penyakit jantung dan diderita oleh pasien lainnya seperti hipertensi yang merupakan gejala awal dari penyakit jantung. Eva menekankan hipertensi harus mulai diperhatikan karena menyebabkan angka kesakitan terbesar dengan biaya yang membengkak diikuti stroke dan ginjal.
“Kemudian pada biaya untuk Penyakit Tidak Menular (PTM) saja, ini ada lebih dari 7,7 triliun. Juga stroke dengan biaya 1,9 triliun dan penyakit gagal ginjal itu 1,6 triliun. Ini sesuai dengan data BPJS tahun 2021,” ucapnya.
Ketua PERKI Radityo Prakoso menambahkan dari data tersebut terlihat apabila penyakit jantung memiliki banyak macam meski didominasi oleh penderita jantung koroner.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!