IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Pegawai Pemerintah Lebih Rentan Terhadap Penyakit Jantung

ED
Rabu, 28 September 2022 | 05:46 WIB
Bagikan
Pegawai Pemerintah Lebih Rentan Terhadap Penyakit Jantung
VISI.NEWS | JAKARTA - Data yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan membeberkan bahwa profil pekerjaan pasien penderita penyakit jantung didominasi oleh pasien yang berasal dari kalangan pegawai dalam jajaran pemerintahan.

“Tren Penyakit Jantung Koroner (PJK) ini lebih tinggi pada perempuan atau sekitar 1,6 persen dibanding laki-laki yang hanya 1,3 persen. Sedangkan jika dilihat dari pekerjaan, ironisnya justru terjadi pada pegawai pemerintah,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Eva Susanti dalam Talkshow Jantung Sehat untuk Semua yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Eva menyebutkan pasien penyakit jantung yang berasal dari jajaran pemerintahan tersebut mencapai 2,7 persen. Dengan rincian pekerjaan pasien penyakit jantung terbanyak adalah TNI, Polri, PNS, BUMN dan BUMD.

Selanjutnya pada lokasi tempat tinggal, kebanyakan pasien tersebut tinggal di perkotaan. Angkanya sudah menyentuh 1,6 persen atau lebih tinggi dari pasien yang tinggal di pedesaan yakni 1,3 persen.

Update Covid-19 per 22 September 2022: Kasus Positif Bertambah 2.162 Eva turut membeberkan data dari Riskesdas 2018 melaporkan bahwa prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia mencapai 1,5 persen. Di mana prevalensi pasien tertinggi terdapat di Provinsi Kalimantan Utara 2,2 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dua persen, dan Gorontalo dua persen.

Sementara penyakit lainnya yang berkaitan dengan penyakit jantung dan diderita oleh pasien lainnya seperti hipertensi yang merupakan gejala awal dari penyakit jantung. Eva menekankan hipertensi harus mulai diperhatikan karena menyebabkan angka kesakitan terbesar dengan biaya yang membengkak diikuti stroke dan ginjal.

“Kemudian pada biaya untuk Penyakit Tidak Menular (PTM) saja, ini ada lebih dari 7,7 triliun. Juga stroke dengan biaya 1,9 triliun dan penyakit gagal ginjal itu 1,6 triliun. Ini sesuai dengan data BPJS tahun 2021,” ucapnya.

Ketua PERKI Radityo Prakoso menambahkan dari data tersebut terlihat apabila penyakit jantung memiliki banyak macam meski didominasi oleh penderita jantung koroner.

Radityo membenarkan apabila penyakit jantung dapat mengenai seseorang tanpa memandang usia ataupun gender. Dirinya bahkan menyebutkan jika dalam data yang dimiliki PERKI, 80 bayi di Indonesia lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap tahunnya.

“Ini masalah besar. Kalau dikatakan penyakit jantung itu penyakit orang tua atau monopoli satu gender tertentu itu tidak. Saya kira ini hampir merata, kalau ditanya bayi baru lahir pun bisa menderita penyakit jantung tergantung klasifikasi dari penyakit jantungnya,” kata Radityo.@mpa/mdk

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.