PBB Sidang Sepekan Bahas Krisis Kemanusiaan di Gaza, 38 Negara Turut Serta
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 29 April 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | BELANDA - PBB memulai sidang maraton selama sepekan penuh di Mahkamah Internasional, Den Haag, Senin (28/4/2025), untuk membahas terhambatnya bantuan kemanusiaan ke Gaza akibat blokade ketat Israel.
Dalam sidang ini, Palestina menjadi pihak pertama yang mengajukan pernyataan, disusul oleh 38 negara lainnya, termasuk Amerika Serikat, China, Prancis, Rusia, dan Arab Saudi. Beberapa organisasi besar seperti Liga Arab, OKI, dan Uni Afrika juga ikut memberikan pendapat.
Sidang ini merupakan respons atas resolusi Majelis Umum PBB yang disahkan Desember lalu, yang mendesak Mahkamah Internasional memberikan pendapat hukum terkait kewajiban Israel dalam menjamin kelancaran distribusi bantuan ke Gaza, sebuah kebutuhan yang kini makin mendesak setelah konflik berkepanjangan.
Sejak Israel menghentikan aliran bantuan pada 2 Maret 2025, kondisi warga Gaza semakin memburuk. PBB mencatat setidaknya 500.000 warga Palestina terpaksa mengungsi setelah gencatan senjata berakhir, sementara serangan udara dan darat Israel terus berlanjut.
PBB memperingatkan, situasi di Gaza saat ini adalah salah satu krisis kemanusiaan terburuk sejak konflik pecah pada Oktober 2023. Melalui sidang ini, komunitas internasional berharap ada langkah konkret untuk membuka kembali jalur bantuan bagi jutaan warga yang membutuhkan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!