PB PABSI: Pelatnas Jangka Panjang Kunci Cetak Juara Dunia
VISI.NEWS | JAKARTA – Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat pembinaan olahraga nasional melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang dan skema pendanaan multiyears. Menurut PB PABSI, kebijakan tersebut merupakan fondasi penting untuk menciptakan prestasi olahraga yang berkelanjutan dan melahirkan lebih banyak juara dunia bagi Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB PABSI. Ia menilai perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terhadap penguatan sistem pembinaan olahraga nasional merupakan langkah strategis yang selama ini dibutuhkan oleh berbagai federasi olahraga di Tanah Air.
“PB PABSI sangat menyambut baik arahan dan perhatian Bapak Presiden Prabowo terhadap penguatan pembinaan olahraga nasional melalui pelatnas jangka panjang dan skema anggaran multiyears. Ini juga merupakan inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga yang menjadi langkah krusial karena prestasi internasional tidak dapat dibangun dalam waktu singkat, melainkan melalui proses pembinaan yang terencana, konsisten, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut PB PABSI, keberhasilan meraih prestasi di level dunia tidak bisa dicapai hanya dengan program jangka pendek. Dibutuhkan kesinambungan pembinaan sejak usia dini hingga atlet mencapai puncak performanya. Karena itu, kebijakan pelatnas jangka panjang dinilai sebagai solusi yang tepat untuk menciptakan sistem pembinaan yang lebih efektif dan terukur.
Model Pembinaan yang Sudah Diterapkan Sejak 2015
Bagi cabang olahraga angkat besi, konsep pelatnas jangka panjang sebenarnya telah diterapkan PB PABSI sejak tahun 2015. Organisasi tersebut menjalankan sistem pelatnas terpusat secara berkelanjutan tanpa pemulangan atlet ke daerah, sehingga proses pembinaan dapat berlangsung secara konsisten dan terkontrol.
Sistem tersebut mencakup pembinaan atlet dari berbagai kelompok usia, mulai kategori youth, junior, hingga senior. Dengan pola ini, atlet mendapatkan pendampingan secara menyeluruh selama masa pengembangan karier mereka.
PB PABSI menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak dibangun dalam hitungan bulan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kepastian program serta dukungan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Sejak usia 14 hingga 15 tahun, atlet sudah dibina secara terpusat dengan pendekatan yang komprehensif. Tidak hanya latihan teknik dan fisik, tetapi juga mencakup aspek gizi, pembinaan mental, serta dukungan sport science yang dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Bukti Nyata di Panggung Internasional
Pendekatan pembinaan jangka panjang tersebut telah membuahkan hasil yang signifikan bagi angkat besi Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, cabang olahraga ini menjadi salah satu penyumbang prestasi terbesar bagi Merah Putih di berbagai ajang internasional.
PB PABSI mencatat sejumlah pencapaian penting, mulai dari raihan medali emas pada Olimpiade 2024, gelar juara dunia, pemecahan rekor dunia, hingga prestasi membanggakan di Asian Games yang sebelumnya belum pernah diraih Indonesia dalam cabang olahraga angkat besi.
Prestasi-prestasi tersebut menjadi bukti bahwa investasi jangka panjang dalam pembinaan atlet mampu menghasilkan dampak nyata dan mengangkat posisi Indonesia di kancah olahraga dunia.
Dukung Pengembangan Akademi Olahraga
Selain mendukung pelatnas jangka panjang, PB PABSI juga menyambut baik gagasan pengembangan Akademi Olahraga sebagai bagian dari strategi memperluas pembinaan atlet sejak usia sekolah dasar.
Menurut organisasi tersebut, semakin dini potensi atlet ditemukan dan mendapatkan pembinaan yang tepat, semakin besar peluang Indonesia melahirkan generasi atlet yang mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional, mulai dari SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
“Negara-negara kuat dalam olahraga memulai pembinaan sejak usia dini. Indonesia memiliki talenta yang luar biasa. Tantangannya adalah memastikan mereka mendapatkan pembinaan yang tepat, berkelanjutan, dan terukur sejak awal,” ungkap PB PABSI.
Melalui akademi olahraga, proses pencarian bakat diharapkan dapat dilakukan secara lebih sistematis sehingga regenerasi atlet nasional berjalan berkesinambungan.
Dorong Olahraga yang Inklusif
PB PABSI juga memberikan apresiasi terhadap perhatian Presiden Prabowo terhadap pengembangan olahraga disabilitas. Langkah tersebut dinilai penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Organisasi itu meyakini bahwa setiap anak bangsa memiliki hak yang sama untuk berkembang dan berprestasi, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik yang dimiliki.
“Setiap warga negara harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Penguatan olahraga disabilitas menjadi bagian penting dari pembangunan olahraga nasional yang inklusif,” tegas PB PABSI.
Siap Dukung Agenda Besar Pemerintah
PB PABSI optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan prestasi olahraga di masa depan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kepastian anggaran, pembinaan berkelanjutan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, target melahirkan lebih banyak juara dunia dinilai bukan hal yang mustahil.
Sebagai federasi yang telah membuktikan keberhasilan model pembinaan jangka panjang, PB PABSI menegaskan kesiapannya untuk mendukung agenda besar pemerintah dalam membangun sistem olahraga nasional yang berkelanjutan, kompetitif, dan berorientasi pada prestasi.
Melalui sinergi antara pemerintah, federasi olahraga, dunia pendidikan, serta dukungan masyarakat, Indonesia diharapkan mampu mencetak generasi atlet masa depan yang tidak hanya berprestasi di tingkat regional, tetapi juga menjadi kekuatan utama dalam persaingan olahraga dunia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!