Paskibra Diharapkan Jadi Duta Pancasila untuk Mewaspadai Paham Radikalisme
Kemudian, kata Bambang, peningkatan perlindungan pemuda terhadap ancaman penurunan kualitas moral dan konflik sosial, peningkatan perlindungan pemuda terhadap ancaman pengangguran dan kemiskinan.
"Selain itu peningkatan perlindungan pemuda terhadap perilaku kekerasan baik fisik maupun mental. Peningkatan perlindungan pemuda terhadap penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya," jelasnya.
Menurut Bambang, peningkatan terhadap hal yang bertentangan dengan ideologi Pancasila dan pencegahan diskriminasi suku, agama, ras, gender dan antar golongan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
"Peningkatan pembinaan ideologi Pancasila sejak dini melalui internalisasi nilai Pancasila kepada generasi muda dan perlindungan pemuda terkait terhadap dampak negatif perkembangan teknologi informasi," tuturnya.
Bambang menegaskan bahwa pemerintah beserta seluruh komponen masyarakat menolak setiap paham radikalisme yang muncul di Kabupaten Bandung yang meresahkan masyarakat dan mengancam keutuhan NKRI.
"Oleh karena itu, pada kesempatan ini pemuda ikut berperan aktif dalam kewaspadaan terhadap paham radikalisme demi tetap terjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Bandung yang kita cintai ini," harap Bambang.
Ia mengungkapkan ada hal prioritas yang perlu dioptimalkan guna menyongsong Indonesia Emas 2045, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia salah satunya peningkatan sumber daya manusia yang profesional dan paham informasi teknologi dengan baik.
"Maka saya harap para purna paskibra, paskibra Kabupaten Bandung bisa turut serta berkontribusi menjadi bagian dari elemen pembangunan tersebut," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!