Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Pasca Konvoi Persib Bandung Juara, Tinggalkan Sampah 57,6 Ton

Desi Rossilawati
Senin, 26 Mei 2025 | 14:53 WIB
Bagikan
Pasca Konvoi Persib Bandung Juara, Tinggalkan Sampah 57,6 Ton

VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Pasca pelaksanaan konvoi perayaan Persib Bandung juara menyisakan puluhan ton sampah di sejumlah titik Kota Bandung. Sampah tersebut kemudian diangkut petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

Berdasarkan data DLH Kota Bandung, konvoi tersebut menyisakan 120 meter kubik atau 57,6 ton sampah di Satuan Wilayah Kerja (SWK) yakni SWK Cibeunying 56 meter kubik, Karees 25 meter kubik, Bojonegara 24 meter kubik, Ubermanik 7,5 meter kubik, dan Kordoba 8 meter kubik.

Sedangkan untuk jenis sampahnya yakni botol mineral, plastik sisa wadah makanan, makanan sisa, tiang kayu bendera, kertas dan botol kaca. Sementara untuk pengangkutan semua sampah ini membutuhkan sebanyak 10 ritase.

"Untuk sampah di Tegallega masuk SWK Karees, kalau seputaran Gedung Sate, Dago, dan Balai Kota Bandung masuk ke Cibeunying," ujar Kepala DLH Kota Bandung, Dudy Prayudi, dikutip dalam keteranannya, Senin (26/5/2025).

Dudy mengatakan sampah dari semua titik tersebut saat ini sudah langsung diangkut ke TPA Sarimukti, sedangkan untuk pembersihannya melibatkan sebanyak 1.200 petugas kebersihan dari DLH Kota Bandung.

Dudy mengatakan proses pembersihan dan pengangkutan puluhan ton sampah itu membutuhkan waktu yang cukup lama yakni dari mulai malam hingga pagi hari karena jumlahnya memang cukup banyak.

"Itu cukup lama ya, karena kan acara tuh selesainya di sore ya. Kemudian kan malam kita kerjain, tapi ternyata kan masih banyak juga yang konvoi-konvoi. Nah, jadi terakhir itu tadi pagi kita selesain semua gitu," katanya.

Sebetulnya, kata Dudy, pengangkutan sampah dari setiap titik itu sudah dilakukan setelah acara di Balai Kota Bandung, Gedung Sate, dan Tegallega selesai. Tetapi karena masih ada yang konvoi baru bisa optimal pada malam hari.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.