Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Pasar Menanti Data Ekonomi AS, Begini Strategi Trading Kripto

Desi Rossilawati
Jumat, 1 Agustus 2025 | 14:25 WIB
Bagikan
Pasar Menanti Data Ekonomi AS, Begini Strategi Trading Kripto

VISI.NEWS | BANDUNG - Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak konsolidatif setelah keputusan The Federal Reserve (the Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%–4,50% pada Rabu (30/7/2025).

Keputusan ini merupakan yang kelima kalinya secara berturut-turut, meskipun mendapat tekanan dari Presiden Donald Trump untuk menurunkan suku bunga.

Ketua The Fed, Jerome Powell menegaskan, bank sentral masih bersikap hati-hati terhadap penyesuaian suku bunga tambahan karena adanya ketidakpastian ekonomi, terutama dampak tarif impor yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump. Ia menyebut kondisi saat ini sebagai 'awal dari inflasi tarif' dan menambahkan data ekonomi ke depan akan menjadi penentu arah kebijakan moneter selanjutnya.

Pasar finansial merespons pengumuman tersebut dengan kenaikan tipis. Indeks Dow Jones naik 0,06%, sementara Nasdaq menguat 0,5%. Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun juga meningkat menjadi 4%, dan indeks dolar AS mencapai 99,4.

Sementara itu, harga Bitcoin sempat terkoreksi ke level USD 117.500 atau sekitar Rp1,93 miliar (kurs dolar AS Rp16.463) setelah pidato Powell yang bernada hawkish, tetapi kembali pulih ke kisaran USD 118.000 (Rp1,94 miliar).

Koreksi Harga Bitcoin

Koreksi ini dipicu oleh menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, di mana peluang penurunan suku bunga pada bulan September mendatang, turun dari 63,7% menjadi 47,1% menurut data CME FedWatch.

Menurut Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, keputusan The Fed ini menambah ketidakpastian di pasar kripto, tetapi tidak serta-merta mengubah tren jangka menengah Bitcoin.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.