Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia
"Belum ada, tapi usulannya sudah ada. Saya masih menunggu usulan dari beberapa pelaku angkutan swasta untuk menyediakan shuttle antara bandara dengan beberapa titik yang lain," kata Farhan.
Layanan tersebut nantinya tidak hanya diarahkan untuk menghubungkan bandara dengan Pasar Baru. Pemerintah juga membuka kemungkinan agar shuttle menghubungkan bandara dengan sejumlah pusat aktivitas dan destinasi wisata lain di Kota Bandung.
Salah satu kawasan yang disebut adalah Dago.
Jika terealisasi, keberadaan shuttle dapat menjadi salah satu pendukung mobilitas wisatawan yang baru tiba di Bandung. Wisatawan dapat memiliki akses transportasi yang lebih mudah menuju pusat perdagangan, kawasan kuliner, maupun destinasi wisata tanpa harus mengandalkan kendaraan pribadi.
Menyatukan Kuliner, Sejarah, dan Ekonomi Kreatif
Pengembangan Pasar Baru dan Pecinan Lama memiliki potensi untuk menghadirkan konsep wisata yang tidak hanya bertumpu pada kuliner. Kawasan tersebut juga memiliki unsur sejarah, perdagangan, dan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan secara bersamaan.
Pasar Baru selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan di Kota Bandung. Sementara Pecinan Lama memiliki identitas sejarah dan budaya yang kuat. Jika kedua kawasan tersebut terhubung dalam satu konsep pengembangan, pengunjung dapat memperoleh pengalaman yang lebih beragam.
Kehadiran kawasan kuliner malam dapat menambah aktivitas baru ketika pusat perdagangan pada siang hari mulai berkurang. Dengan demikian, kawasan diharapkan tidak kehilangan aktivitas setelah sore dan dapat terus hidup hingga malam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!