Para Kandidat, Sampaikanlah Informasi yang Benar dan Mencerdaskan
Himbauan sehat untuk para kandidat yang saat ini ingin ikut kompetisi dalam kontestasi politik lima tahunan, baik yang ikut dalam pemilihan calon kepala daerah atau calon legislatif, sampaikanlah informasi yang benar mengenai identitas diri agar konstituen tahu siapa kandidat yang akan dipilihnya. Jangan pernah melakukan rekayasa identitas ataupun memalsukan identitas hanya untuk untuk kepentingan politik, sebab jika dimulai dengan 'kebohongan politik' maka akan lahir pemerintahan yang penuh kebohongan dan bermuara pada kebijakan – kebijakan yang penuh kepalsuan dan kecenderungan untuk khianat.
Sebagai contoh misalnya, jika sehari – hari kandidat tersebut tidak pernah menggunakan baju koko, kopiah, sorban, sarung atau jilbab, maka jelang pemilu dalam berbagai media advertensi seperti poster, spanduk, banner dan lain – lain, tidak perlu dipaksakan dengan memalsukan identitas menjadi sok alim seperti umat yang taat beribadah. Ingatlah bahwa orang yang benar – benar taat beribadah justeru berusaha untuk menyembunyikan ketaatan dan kesholihan ibadahnya. Bukan malah pamer seperti sedang beribadah, apalagi tatacara ibadahnya salah, maka akan menjadi bahan tertawaan dan gunjingan orang. Ingatlah rakyat saat ini sudah semakin cerdas dan semakin melek dengan kepalsuan dan kebohongan, meski seringkali ditutupi oleh data – data rekayasa hasil utak atik sesuai pesanan.
Semoga Indonesia ke depan akan memiliki Pemimpin yang penuh tanggung jawab, cerdas, taat beragama, amanah dan tidak khianat terhadap bangsanya sendiri. Semua ajaran agama pada dasarnya mengajarkan keluhuran budi dan akhlaq, maka dalam politik yang cerdas akan melahirkan pilihan pada pemimpin yang bersih dan berakhlaq. Lihatlah apakah kandidat kita bersih dari dugaan – dugaan korupsi, apakah kandidat memiliki moralitas akhlaq yang luhur, apakah kandidat kita tidak suka berbohong dan khianat terhadap bangsanya sendiri, apakah kita yakin bahwa kandidat kita adalah 'Pilihan Terbaik' yang bisa dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat ?
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!