Para Jamaah Harus Siap Menghadapi Panas Menyengat Selama Musim Haji
Para peziarah datang dari berbagai latar belakang, negara dan etnis. Beberapa jamaah haji datang dari negara-negara tropis yang lebih panas dan dapat lebih menyesuaikan diri dengan cuaca panas sementara jamaah dari iklim yang lebih sejuk mungkin tidak terbiasa dengan panas ekstrem di Mekkah.
Jamaah haji dari negara-negara berkembang, biasanya dengan tingkat pendidikan rendah atau menengah, mungkin menghadapi tantangan dalam memitigasi risiko kesehatan terkait panas. Mereka yang memiliki pendidikan tinggi cenderung lebih memahami peringatan kesehatan dan menerapkan tindakan pencegahan untuk meminimalkan risiko.
Jamaah haji yang sebelumnya mengunjungi Mekah lebih siap untuk mengelola risiko terkait panas berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka sebelumnya.
Otoritas haji dan pejabat kesehatan di seluruh dunia seperti Malaysia, Indonesia, dan Pakistan telah mengalami hal ini
memainkan peran penting dalam mendidik jamaah tentang pencegahan serangan panas. Dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, pengalaman haji yang aman dan sehat dapat terjamin bagi semua orang.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan jamaah haji untuk mengurangi risiko serangan panas:
- Pelatihan dan pemantauan pra-keberangkatan: Kampanye pendidikan kesehatan pra-haji dapat membekali jamaah dengan pengetahuan tentang pencegahan serangan panas. Otoritas haji dan kesehatan masing-masing negara harus memberi informasi dan mendidik jamaah tentang tindakan pencegahan untuk menghadapi paparan panas berlebih selama haji. Otoritas kesehatan yang mendampingi setiap rombongan jemaah hendaknya memberikan perhatian lebih terhadap lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
- Hidrasi: Minum banyak air sepanjang hari sangat penting. Batasi pergerakan di siang hari.
- Pakaian pelindung: Mengenakan pakaian yang longgar, ringan, dan menyerap keringat dapat membantu mengatasi keringat.
- Perlindungan terhadap sinar matahari: Menghindari sinar matahari langsung dan payung dapat melindungi jamaah dari sinar UV yang keras.
- Prof Ibrahim Ali Kabbash adalah profesor Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Tanta, Mesir. Bidang penelitian utamanya adalah epidemiologi penyakit menular dan tidak menular, kesehatan reproduksi dan remaja, serta HIV/AIDS. Ia juga merupakan konsultan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS untuk badan-badan PBB dan organisasi masyarakat sipil serta Program Pengendalian AIDS Nasional Kementerian Kesehatan Mesir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!