Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Para Jamaah Harus Siap Menghadapi Panas Menyengat Selama Musim Haji

ED
Jumat, 7 Juni 2024 | 10:45 WIB
Bagikan
Para Jamaah Harus Siap Menghadapi Panas Menyengat Selama Musim Haji

Oleh Ibrahim Ali Kabbash (360info)

JUTAAN umat Islam dijadwalkan menunaikan ibadah haji bulan ini, namun suhu yang sangat panas di Mekkah memicu kekhawatiran tentang lonjakan penyakit terkait panas di kalangan jamaah haji.

Musim Haji tahun ini menyambut lebih dari dua juta Muslim dari seluruh dunia. Tahun ini, ibadah haji tahunan diperkirakan berlangsung selama enam hari antara 14 Juni dan 19 Juni. Suhu di Mekkah saat ini bisa mencapai di atas 50 derajat Celcius.

Kondisi ekstrem ini menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi jamaah haji, terutama orang lanjut usia dan mereka yang memiliki masalah kesehatan mendasar. Tahun lalu, lebih dari 2.000 jamaah menderita tekanan panas selama ibadah haji. Para jamaah haji menghadapi peningkatan risiko serangan panas dengan potensi peningkatan lima kali lipat dari kenaikan suhu global sebesar 1,5 derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri.

Pemerintah Arab Saudi sedang menjajaki strategi baru untuk mengurangi panas ekstrem dengan menggunakan teknik peningkatan curah hujan yang canggih seperti penyemaian awan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi para jamaah. Langkah-langkah lain untuk mengurangi dampak panas termasuk menyediakan air gratis, stasiun kabut, dan fasilitas kesehatan yang lengkap. Kampanye pendidikan akan mendorong jamaah untuk mengenakan pakaian ringan, tetap terhidrasi, dan membatasi aktivitas siang hari.

Ibadah haji wajib bagi seluruh umat Islam dewasa yang mampu secara finansial dan fisik untuk menunaikan haji minimal satu kali. Ini adalah rukun Islam kelima dan perwujudan paling signifikan dari keimanan dan persatuan Islam. Ini adalah ziarah terbesar di mana orang-orang berkumpul di wilayah kecil dan terbatas secara geografis dengan iklim yang sangat panas dan gersang.

Jamaah haji harus melakukan banyak kegiatan wajib yang berkaitan dengan ritual haji. Selama ziarah, mereka harus mengunjungi situs-situs utama pada hari dan waktu tertentu. Situs-situs tersebut adalah Masjid al-Haram, Mina, Mozdalifa, dan Gunung Arafat, semuanya berjarak 20 kilometer satu sama lain. Tingginya biaya haji, yang membutuhkan tabungan bertahun-tahun, berkontribusi pada ketidakseimbangan demografis peserta yang berusia lebih tua. Jamaah haji lanjut usia seringkali menghadapi tantangan tambahan karena terbatasnya akses terhadap akomodasi yang nyaman dan kondusif.

Para jamaah haji yang lebih tua dan mereka yang menderita penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung yang mengunjungi tempat-tempat suci untuk melaksanakan ibadah haji berisiko lebih tinggi menderita penyakit yang berhubungan dengan panas. Selain itu, mereka juga cenderung membawa benda-benda berat, keluar rumah pada siang hari, dan mengunjungi Masjidil Haram beberapa kali dalam sehari, yang semuanya dapat membuat mereka terpapar bahaya kesehatan akibat panas dan kelembapan kota Mekkah.

Paparan panas berlebihan dikaitkan dengan berbagai penyakit ringan seperti kram panas, edema, biang keringat, dan pingsan hingga kondisi serius seperti kelelahan akibat panas atau serangan panas. Jarak perjalanan yang jauh, membawa barang-barang berat, dan terbatasnya akses ke ruang sejuk semakin memperburuk risiko.

Ketika suhu tubuh melampaui 40 derajat Celcius, terjadi kerusakan sel yang cepat dan dapat menyebabkan kerusakan organ serius yang dapat berakhir dengan kematian.

Dalam pertemuan massal, penyakit yang berhubungan dengan panas seringkali menjadi perhatian utama kesehatan masyarakat karena risiko banyak penyakit menular dan tidak menular, dan bahkan terinjak-injak dan kecelakaan di jalan raya. Cuaca panas dan kerumunan orang selama haji dapat menyebabkan lebih banyak kasus diare, keracunan makanan, infeksi saluran pernapasan, dan masalah kulit akibat berkeringat.

Kemampuan manusia untuk menghilangkan panas dari tubuh terutama terletak pada sistem kardiovaskular yang efektif. Namun, banyak masalah medis kronis yang meningkatkan dampak buruk dari tekanan panas, dan yang paling menonjol adalah diabetes dan malnutrisi.

Memiliki penyakit kronis membuat kita semakin sulit mengatasi panas ekstrem saat haji. Orang dengan penyakit kronis tidak hanya lebih mudah terserang penyakit saat cuaca panas, namun cuaca panas juga dapat memperburuk kondisi mereka. Sebuah penelitian di kalangan jamaah haji Saudi menemukan bahwa 18,4 persen melaporkan kondisi kesehatan kronis. Di antara kondisi-kondisi tersebut, diabetes adalah yang paling umum (55,7 persen), diikuti oleh hipertensi (60,7 persen), penyakit jantung lainnya (7,5 persen), dan asma bronkial (11,5 persen).

Para peziarah datang dari berbagai latar belakang, negara dan etnis. Beberapa jamaah haji datang dari negara-negara tropis yang lebih panas dan dapat lebih menyesuaikan diri dengan cuaca panas sementara jamaah dari iklim yang lebih sejuk mungkin tidak terbiasa dengan panas ekstrem di Mekkah.

Jamaah haji dari negara-negara berkembang, biasanya dengan tingkat pendidikan rendah atau menengah, mungkin menghadapi tantangan dalam memitigasi risiko kesehatan terkait panas. Mereka yang memiliki pendidikan tinggi cenderung lebih memahami peringatan kesehatan dan menerapkan tindakan pencegahan untuk meminimalkan risiko.

Jamaah haji yang sebelumnya mengunjungi Mekah lebih siap untuk mengelola risiko terkait panas berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka sebelumnya.

Otoritas haji dan pejabat kesehatan di seluruh dunia seperti Malaysia, Indonesia, dan Pakistan telah mengalami hal ini

memainkan peran penting dalam mendidik jamaah tentang pencegahan serangan panas. Dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, pengalaman haji yang aman dan sehat dapat terjamin bagi semua orang.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan jamaah haji untuk mengurangi risiko serangan panas:

  1. Pelatihan dan pemantauan pra-keberangkatan: Kampanye pendidikan kesehatan pra-haji dapat membekali jamaah dengan pengetahuan tentang pencegahan serangan panas. Otoritas haji dan kesehatan masing-masing negara harus memberi informasi dan mendidik jamaah tentang tindakan pencegahan untuk menghadapi paparan panas berlebih selama haji. Otoritas kesehatan yang mendampingi setiap rombongan jemaah hendaknya memberikan perhatian lebih terhadap lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
  2. Hidrasi: Minum banyak air sepanjang hari sangat penting. Batasi pergerakan di siang hari.
  3. Pakaian pelindung: Mengenakan pakaian yang longgar, ringan, dan menyerap keringat dapat membantu mengatasi keringat.
  4. Perlindungan terhadap sinar matahari: Menghindari sinar matahari langsung dan payung dapat melindungi jamaah dari sinar UV yang keras.
  • Prof Ibrahim Ali Kabbash adalah profesor Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Tanta, Mesir. Bidang penelitian utamanya adalah epidemiologi penyakit menular dan tidak menular, kesehatan reproduksi dan remaja, serta HIV/AIDS. Ia juga merupakan konsultan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS untuk badan-badan PBB dan organisasi masyarakat sipil serta Program Pengendalian AIDS Nasional Kementerian Kesehatan Mesir.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.