Para Jamaah Harus Siap Menghadapi Panas Menyengat Selama Musim Haji
Para jamaah haji yang lebih tua dan mereka yang menderita penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung yang mengunjungi tempat-tempat suci untuk melaksanakan ibadah haji berisiko lebih tinggi menderita penyakit yang berhubungan dengan panas. Selain itu, mereka juga cenderung membawa benda-benda berat, keluar rumah pada siang hari, dan mengunjungi Masjidil Haram beberapa kali dalam sehari, yang semuanya dapat membuat mereka terpapar bahaya kesehatan akibat panas dan kelembapan kota Mekkah.
Paparan panas berlebihan dikaitkan dengan berbagai penyakit ringan seperti kram panas, edema, biang keringat, dan pingsan hingga kondisi serius seperti kelelahan akibat panas atau serangan panas. Jarak perjalanan yang jauh, membawa barang-barang berat, dan terbatasnya akses ke ruang sejuk semakin memperburuk risiko.
Ketika suhu tubuh melampaui 40 derajat Celcius, terjadi kerusakan sel yang cepat dan dapat menyebabkan kerusakan organ serius yang dapat berakhir dengan kematian.
Dalam pertemuan massal, penyakit yang berhubungan dengan panas seringkali menjadi perhatian utama kesehatan masyarakat karena risiko banyak penyakit menular dan tidak menular, dan bahkan terinjak-injak dan kecelakaan di jalan raya. Cuaca panas dan kerumunan orang selama haji dapat menyebabkan lebih banyak kasus diare, keracunan makanan, infeksi saluran pernapasan, dan masalah kulit akibat berkeringat.
Kemampuan manusia untuk menghilangkan panas dari tubuh terutama terletak pada sistem kardiovaskular yang efektif. Namun, banyak masalah medis kronis yang meningkatkan dampak buruk dari tekanan panas, dan yang paling menonjol adalah diabetes dan malnutrisi.
Memiliki penyakit kronis membuat kita semakin sulit mengatasi panas ekstrem saat haji. Orang dengan penyakit kronis tidak hanya lebih mudah terserang penyakit saat cuaca panas, namun cuaca panas juga dapat memperburuk kondisi mereka. Sebuah penelitian di kalangan jamaah haji Saudi menemukan bahwa 18,4 persen melaporkan kondisi kesehatan kronis. Di antara kondisi-kondisi tersebut, diabetes adalah yang paling umum (55,7 persen), diikuti oleh hipertensi (60,7 persen), penyakit jantung lainnya (7,5 persen), dan asma bronkial (11,5 persen).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!