Panduan Puasa Aman bagi Penderita GERD dan Asam Lambung
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 3 Maret 2025 | 01:08 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Menjalani ibadah puasa Ramadan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi penderita asam lambung dan GERD. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan pola makan, sementara saat puasa, waktu makan menjadi terbatas. Biasanya, dokter menyarankan penderita asam lambung untuk makan secara teratur dan menghindari jenis makanan tertentu.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk untuk penderita GERD, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Berikut beberapa tips agar penderita asam lambung tetap bisa menjalankan puasa dengan nyaman, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
1. Pilih Makanan yang Tepat
Saat sahur dan berbuka, pilih makanan yang mudah dicerna, seperti makanan bertekstur lembut dan diolah dengan cara direbus atau dikukus. Hindari makanan yang bisa memicu asam lambung naik, seperti makanan pedas, berlemak, asam, minuman berkafein, serta soda.2. Jangan Tidur Setelah Makan
Merasa mengantuk setelah makan sahur memang wajar, tetapi langsung tidur setelah makan bisa meningkatkan tekanan dalam lambung. Hal ini berisiko membuat makanan dan cairan lambung naik ke kerongkongan, sehingga memicu gejala GERD. Sebaiknya, beri jeda sekitar 2-3 jam setelah makan sebelum berbaring.3. Hindari Porsi Makan Berlebihan
Makan dalam porsi besar, baik saat sahur maupun berbuka, dapat membebani lambung dan memperlambat proses pencernaan. Makanan yang terlalu banyak akan meningkatkan tekanan di lambung, yang bisa menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Oleh karena itu, makanlah dalam porsi kecil tetapi sering, misalnya berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu sebelum makan besar.4. Kurangi Makanan Berminyak dan Pedas
Makanan yang digoreng, berlemak tinggi, atau pedas cenderung lebih sulit dicerna dan bisa memicu peningkatan asam lambung. Selama puasa, sebaiknya batasi konsumsi makanan seperti gorengan, makanan bersantan, atau makanan pedas untuk menghindari kambuhnya gejala GERD.5. Jangan Makan Terburu-buru
Banyak orang makan dengan terburu-buru saat sahur karena bangun kesiangan atau mengejar waktu imsak. Padahal, makan terlalu cepat bisa menyebabkan banyak udara masuk ke saluran pencernaan, yang bisa memicu rasa kembung dan nyeri lambung. Oleh karena itu, makanlah dengan perlahan dan kunyah makanan dengan baik agar lebih mudah dicerna. Meskipun puasa bisa menjadi tantangan bagi penderita asam lambung dan GERD, dengan menerapkan pola makan yang tepat, gejalanya bisa dikendalikan. Memilih makanan yang ramah lambung, menghindari kebiasaan buruk seperti tidur setelah makan, dan mengatur porsi makan dengan baik dapat membantu penderita GERD menjalani puasa dengan lebih nyaman. Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa! @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!