Pameran Tunggal ke-7 Ketut Adi Candra “ Tantra “ di Balai Budaya Jakarta
Pecinta seni kenamaan Dr. Melani Setiawan dalam sambutannya menyebut bahwa Bali dikenal sebagai Pulau Dewata, pulau yang memiliki banyak kerajaan-kerajaan kecil serta kental dengan cerita dunia khayangan. Budaya dan religi bersatu padu dengan nilai sosial, sehingga tak heran banyak ornament tradisi yang menghiasi setiap sudut-sudut kota atau desa di Bali. "Hal demikian tentu memberi warna dan inspirasi bagi masyarakat Bali. Seperti pada karya Ketut Adi Candra yang padat dan hangat dengan olahan warna yang dikomposisikan secara artistik sekaligus kontemplatif. Kesadaran akan nilai magis yang disapukan kombinatif antara ekspresi spontan dan ritme yang tenang, serta perenungan Tantra , diharapkan mampu memberi keseimbangan hidup yang penuh gejolak," ujar Melani.
Sementara itu perupa William Robert yang juga pegiat seni dari BOSEN 2020 menyambut antusias
pameran tunggal ini. Apa yang dihadirkan oleh Ketut Adi Candra tsb diharapkan ikut mendorong
maraknya berbagai kegiatan seni rupa akhir-akhir ini di Jakarta khususnya, dan Indonesia pada
umumnya. Hadir dengan tema Tantra di era berkembang pesatnya seni rupa kontomporer, ternyata
perupa satu ini masih bisa memberikan tawaran kekhasan tersendiri melalui karyanya.
"Terutama dimana saat ini kejutan-kejutan visual begitu luar biasa dengan meniscayakan bahwa senirupa bisa hadir denganmedia apa saja, kejutan-kejutan yang begitu sangat bervariasi di era digital. Tapi disisi lain Ketut Adi Candra tampil dengan tidak hanya bermodalkan kekuatan visual belaka, karyanya mampu menghadirkan jiwa serta muatan spiritual yang memang empirik dalam perjalanan seni serta kehidupannya saat ini. Kanvasnya pun kini makin besar tak terbatas, sebesar jiwanya, seluas kehidupan. Seni ia persembahkan sebagai bentuk penghormatan nyata kepada semesta dan Tuhan yang telah memberkati dirinya mencapai usia 50 tahun saat ini, yang semoga akan semakin banyak memberi arti dalam perjalanan berikutnya," katanya.
Sebagai pelukis Ketut Adi Candra sudah dapat dikatakan mapan dan fokus pada orientasinya. Ia telah berkarya sejak 25 tahun lalu, dan aktif berpameran baik bersama ataupun tunggal. Ini tentu sebagai salah satu tanggung jawab personal kepada dunia seni rupa yang ia pilih sebagai profesi juga panggilan jiwa. Pelukis yang bermukim di daerah Sukawati, Gianyar ini sebelumnya telah menggelar enam kali pameran tunggal , juga puluhan kali berpameran bersama di dalam dan luar negeri, diantaranya : Jakarta, Bali, Semarang, Yogyakarta, Madiun, Australia, Denmark dll. Tercatat iapun pernah menjadi finalis kompetisi seni lukis Nasional, Phillip Morris Art Award. Pameran tunggal Ketut Adi Candra ini sendiri akan berlangsung hingga tanggal 15 April 2023.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!