Pameran Perdagangan Jasa Tiongkok Tarik Partisipasi Global, Tegaskan Pasar Terbuka
Tiongkok memanfaatkan platform ini untuk menegaskan kembali komitmennya pada keterbukaan. Dalam pidato kunci, Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang menyampaikan bahwa skala perdagangan jasa Tiongkok “mencapai terobosan baru pada 2024, untuk pertama kalinya melampaui 1 triliun dolar AS.” Ia mengaitkan hal ini dengan pembukaan kelembagaan sektor jasa Tiongkok, termasuk penerapan daftar negatif nasional untuk perdagangan jasa lintas batas, perluasan akses pasar di sektor telekomunikasi dan kesehatan, fasilitasi perdagangan jasa, serta kebijakan bebas visa.
Data resmi menunjukkan nilai total perdagangan jasa Tiongkok naik 8 persen secara tahunan menjadi 3,9 triliun yuan (sekitar 548,82 miliar dolar AS) pada paruh pertama 2025 — mencatat rekor sejarah.
Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao menyoroti bagaimana lokasi penyelenggaraan, Shougang Park, memadukan warisan industri dengan warisan Olimpiade Musim Dingin untuk mendorong interaksi antara pameran, konferensi, bisnis, pariwisata, budaya, dan olahraga.
Isu kolaborasi internasional kembali menjadi topik utama pada hari pembukaan.
Australia tampil sebagai Negara Kehormatan pada CIFTIS 2025. “Ini adalah platform penting bagi kami untuk membangun hubungan antara dunia usaha Australia dan Tiongkok,” ujar Duta Besar Australia untuk Tiongkok, Scott Dewar. Ia menekankan kehadiran 60 perusahaan Australia pada pameran tahun ini — mencakup sektor pendidikan, pariwisata, keuangan, kesehatan, arsitektur, serta makanan dan minuman.
Sentimen serupa disampaikan langsung di arena pameran. “Australia dan Tiongkok telah lama berkolaborasi di sektor pendidikan, yang merupakan bidang kunci dalam perdagangan jasa,” kata Christopher Hogg, Manajer Pengembangan Bisnis Global di Chisholm Institute of TAFE, penyedia pelatihan vokasi dan pendidikan tinggi asal Australia.
Henning Kristoffersen, penasihat komersial Kedutaan Besar Norwegia di Beijing, yang hadir untuk ketiga kalinya, menyoroti peluang bisnis konkret. “Konsumen Tiongkok sangat peduli kesehatan. Dan untuk produk yang kami miliki di Norwegia, ini sangat bagus,” ujarnya, menyebut suplemen Omega-3 dan minyak ikan sebagai contoh. “Perusahaan kami punya peluang besar untuk memamerkan produk dan bertemu calon mitra Tiongkok.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!