Pameran Perdagangan Jasa Tiongkok Tarik Partisipasi Global, Tegaskan Pasar Terbuka

ED
Jumat, 12 September 2025 | 21:00 WIB
Bagikan
Pameran Perdagangan Jasa Tiongkok Tarik Partisipasi Global, Tegaskan Pasar Terbuka

VISI.NEWS | BEIJING – Dengan latar belakang bekas tungku peleburan dan peninggalan industri di Shougang Park, Beijing bagian barat, Pameran Perdagangan Jasa Internasional Tiongkok 2025 (China International Fair for Trade in Services/CIFTIS) resmi dibuka pada Rabu, menegaskan komitmen pada pasar terbuka dan inovasi digital.

Tahun ini menandai pertama kalinya seluruh pameran digelar di Shougang Park, sebuah kawasan warisan industri seluas 3 kilometer persegi sekaligus salah satu venue Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Dengan tema “Merangkul Teknologi Cerdas, Memberdayakan Perdagangan Jasa”, fokus acara ini menggema jauh melampaui batas Tiongkok.

Skala CIFTIS 2025 sangat besar, melibatkan 85 negara dan organisasi internasional — termasuk Australia, Jerman, serta Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia. Hampir 2.000 perusahaan ikut berpameran di lokasi, termasuk hampir 500 perusahaan Fortune Global 500 dan pelaku industri terkemuka seperti Walmart, AstraZeneca, dan KPMG. Peserta pameran datang dari 26 dari 30 negara dan wilayah teratas dunia dalam perdagangan jasa.

Transformasi ekonomi global, di mana sektor jasa kini menjadi tulang punggung pertumbuhan, menjadi sorotan utama dalam pidato dan diskusi pada KTT Perdagangan Jasa Global yang digelar Rabu, diselenggarakan bersama oleh Konferensi PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Kementerian Perdagangan Tiongkok, serta Pemerintah Kota Beijing.

“Jasa bukan lagi aktor pendukung dalam perdagangan global. Ia adalah penggerak pertumbuhan,” kata Johanna Hill, Wakil Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Ia menekankan bahwa sektor jasa menyumbang dua pertiga perekonomian global, setengah dari total lapangan kerja, serta 40 persen arus perdagangan dalam nilai tambah.

Sejalan dengan Hill, Pedro Manuel Moreno, Wakil Sekretaris Jenderal UNCTAD, menyebut jasa sebagai “pusat transformasi ekonomi global.” Ia memaparkan angka mencolok — ekspor jasa tumbuh dua kali lebih cepat dibanding ekspor barang dalam satu dekade terakhir, naik dari 22 persen dari total ekspor dunia pada 2014 menjadi 27 persen pada 2024. Jasa juga menyerap lebih dari separuh investasi asing langsung global.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.