Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026

Pameran Lukisan "Rayuan Pulau Kelapa" untuk Gairahkan Kota Solo

ED
Minggu, 9 Oktober 2022 | 17:35 WIB
Bagikan
Pameran Lukisan "Rayuan Pulau Kelapa" untuk Gairahkan Kota Solo

VISI.NEWS | SOLO - Di saat kehidupan senirupa di Kota Solo tengah dalam kondisi "lesu darah", di "Museum Tumurun" milik pengusaha tekstil, Iwan Kurniawan Lukminto, ada geliat kegiatan yang akan dapat membangkitkan gairah para pekerja senirupa di Kota Solo. Selama tujuh bulan penuh dari 8 Oktober 2022 sampai 8 April 2023, di "Museum Tumurun" yang dibangun Iwan Kurniawan di lahan bekas kediaman pengacara kondang masa lalu Mr. Soemarno P Wiryanto, digelar pameran karya seni lukis bertajuk "Rayuan Pulau Kelapa".

Pemilik "Museum Tumurun", Iwan Kurniawan Lukminto, mengungkapkan, sejarah panjang senirupa di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Bangsa Indonesia sejak masa penjajahan Belanda.

"Dalam sejarah seni lukis di Indonesia, pelukis Sudjojono pernah menentang pandangan pelukis Belanda yang menyebut pemandangan alam Indonesia sebagai Mooi Indie. Karena aliran Mooi Indie hanya melihat keindahan alam Indonesia tanpa melihat kondisi masyarakat yang terjajah. Kemudian, maestro Affandi memelopori pembentukan organisasi bernama Persagi yang juga menolak ajaran Mooi Indie," katanya.

Menurut Iwan, keindahan alam Indonesia yang semasa penjajahan disebut Hindia Belanda, menjadi bagian penting dalam mobilisasi masyarakat Eropa ke Hindia Belanda lewat industri pariwisata.

Di saat pemerintah kolonial mengeluarkan deregulasi undang-undang imigrasi kala itu, para pelancong Eropa beserta para seniman lukis ikut berduyun-duyun. Bangsa Eropa dari Negeri Kincir Angin yang datang ke Nusantara, terpukau dengan imajinasi rayuan pulau kelapa dan kisah eksotika Timur.

"Impresi pantulan cahaya tropis di atas kontur panorama Nusantara, berkelindan antara imajinasi alam dengan pandangan masyarakat Eropa terhadap masyarakat Hindia Belanda. Kondisi itulah akar kemunculan genre Mooi Indie sebagai bentuk utopia imajiner," paparnya.

Sementara itu, Hendra Himawan, kurator dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, menyatakan, para pelukis Tanah Air juga berproses dalam menghayati landskap dan mempelajari teknik lukis Barat.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.