Pameran Lukisan "Rayuan Pulau Kelapa" untuk Gairahkan Kota Solo
VISI.NEWS | SOLO - Di saat kehidupan senirupa di Kota Solo tengah dalam kondisi "lesu darah", di "Museum Tumurun" milik pengusaha tekstil, Iwan Kurniawan Lukminto, ada geliat kegiatan yang akan dapat membangkitkan gairah para pekerja senirupa di Kota Solo. Selama tujuh bulan penuh dari 8 Oktober 2022 sampai 8 April 2023, di "Museum Tumurun" yang dibangun Iwan Kurniawan di lahan bekas kediaman pengacara kondang masa lalu Mr. Soemarno P Wiryanto, digelar pameran karya seni lukis bertajuk "Rayuan Pulau Kelapa".
Pemilik "Museum Tumurun", Iwan Kurniawan Lukminto, mengungkapkan, sejarah panjang senirupa di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Bangsa Indonesia sejak masa penjajahan Belanda.
"Dalam sejarah seni lukis di Indonesia, pelukis Sudjojono pernah menentang pandangan pelukis Belanda yang menyebut pemandangan alam Indonesia sebagai Mooi Indie. Karena aliran Mooi Indie hanya melihat keindahan alam Indonesia tanpa melihat kondisi masyarakat yang terjajah. Kemudian, maestro Affandi memelopori pembentukan organisasi bernama Persagi yang juga menolak ajaran Mooi Indie," katanya.
Menurut Iwan, keindahan alam Indonesia yang semasa penjajahan disebut Hindia Belanda, menjadi bagian penting dalam mobilisasi masyarakat Eropa ke Hindia Belanda lewat industri pariwisata.
Di saat pemerintah kolonial mengeluarkan deregulasi undang-undang imigrasi kala itu, para pelancong Eropa beserta para seniman lukis ikut berduyun-duyun. Bangsa Eropa dari Negeri Kincir Angin yang datang ke Nusantara, terpukau dengan imajinasi rayuan pulau kelapa dan kisah eksotika Timur.
"Impresi pantulan cahaya tropis di atas kontur panorama Nusantara, berkelindan antara imajinasi alam dengan pandangan masyarakat Eropa terhadap masyarakat Hindia Belanda. Kondisi itulah akar kemunculan genre Mooi Indie sebagai bentuk utopia imajiner," paparnya.
Sementara itu, Hendra Himawan, kurator dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, menyatakan, para pelukis Tanah Air juga berproses dalam menghayati landskap dan mempelajari teknik lukis Barat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!